Review produk baru Uyah Uku tradisonal Sea Salt

Pada saat sekarang ini penggunakan garam seringkali dibatasi. Hal ini tentu saja karena pemberitaan bahwa garam mengandung berbagai zat yang memungkinkan menyebabkan bermacam penyakit seperti: diabetes, darah tinggi maupun stroke. Terlebih pemberitaan ini bukan dari orang awam melainkan dari dokter maupun praktisi kesehatan lainnya.

Namun, pernyataan di atas tidak sepenuhnya benar. Karena permasalahan yang sebenarnya bukan pada garam itu sendiri melainkan pada kondisi garam yang kita konsumsi. Garam atau table salt keseharian yang kita konsumsi tidaklah sama dengan garam laut yang diperoses secara tradisional. Mengapa demikian?

Garam yang beredar di pasaran merupakan garam hasil pengolahan industri. Garam alami dari laut diperoses dan dibersihkan secara kimiawi sehingga elemen yang terambil hanyalah sodium klorida. Perusahan-perusahan besar mengolah, memasak atau memanaskan garam mereka dalam ruang pengeringan dengan suhu mencapai 1200 derajat Fahrenheit, sehingga merubah struktur kimiawi garam dan dimana nantinya berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita. Garam meja atau table salt yang kita pakai untuk memasak pada umumnya hanya memiliki 2 atau 3 elemen mineral.

Bagaimana dengan garam tradisional?

Garam tradisional diproses secara tradisional dengan memikul air laut dengan menggunakan keranjang untuk disiramkan ke tanah organik yang ada di pesisir pantai. Kemudian digaruk-garukan hingga bercampur rata, setelah itu dikeringkan di bawah terik sinar matahari., hingga nampak granula garam pada permukaan tanah. Selanjutnya tanah bergaram dinaikan ke dalam keranjang saring terbuat dari bambu yang berukuran besar (tinjung). Kemudian air laut disiramkan kembali. Dalam semalam akan dihasilkan air asin atau air tua dari sarngan bamboo yang jernih dan bersih. Keesokan harinya, air asin atau air tua dijemur pada bilahan-bilahan dalam pohon kelapa (palung), dengan bantuan sinar matahari, kelembaban udara tropis dan angina pesisir pantai menghasilkan kristalisasi garam yang putih, bersih dengan tekstur yang khas. Sehingga dari proses ini kemurnian garam laut masih terjaga dan masih memiliki 84 unsur mineral yang baik bagi tubuh.

Di antara 84 unsur mineral yang terdapat pada garam tradisional tersebut ialah:

  1. Yodium / Iodium / I
    Zat mineral yodium biasanya juga terdapat pada garam yang tersedia bebas di pasaran, namun tidak semua jenis dan merek garam mengandung yodium. Yodium berperan penting untuk membantu perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak. Yodium juga dapat membatu mencegah penyakit gondok, gondong atau gondongan. Yodium berfungsi untuk membentuk zat tirosin yang terbentuk pada kelenjar tiroid.
  2. Phospor / Fosfor / P
    Fosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan membentuk gigi.
  3. Cobalt / Kobal / Kobalt / Co
    Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah.
  4. Chlor / Klor / Cl
    Chlor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung. HCl memiliki kegunaan membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung dan juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
  5. Magnesium / Mg
    Fungsi atau kegunaan dari magnesium adalah sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.
  6. Mangaan / Mangan / Mn
    Mangaan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.
  7. Tembaga / Cuprum / Cu
    Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk hemo globin pada sel darah merah.
  8. Kalsium / Calcium / Ca
    Kalsium atau disebut juga zat kapur adalah zat mineral yang mempunyai fungsi dalam membentuk tulang dan gigi serta memiliki peran dalam vitalitas otot pada tubuh.
  9. Kalium / K
    Kalium kita butuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung.
  10. Zincum / Zinc / Seng / Zn
    Zinc oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormon penting. Selain itu zinc juga berfungsi sebagai pemelihara beberapa jenis enzim, hormon dan aktifitas indera pengecap atau lidah kita.
  11. Sulfur atau Belerang
    Zat ini memiliki andil dalam membentuk protenin di dalam tubuh.
  12. Natrium / Na
    Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk faram di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekanan osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada di sekitarnya.
  13. Flour / F
    Flour berperan untuk pembentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala macam gangguan pada gigi.

Uyah-Uku tradisional Bali Sea Salt merupakan garam tradisonal yang diproses secara alami di laut Utara Bali yang jauh dari limbah industri. Uyah-Uku tradisional Bali Sea Salt menyajikan kemurnian mineral alam dalam kualitas garam murni yang dihasilkan dari perpaduan air laut, tanah organik, udara bersih dan sinar matahari. Pengerjaannya dengan menggunakan alat-alat sederhana dan tradisonal. Oleh tangan-tangan petani garam tradisonal desa Tejakula, Buleleng Bali, dimana ilmu dan profesi membuat garam tersebut telah diwariskan oleh leluhur berabad-abad silam, dan masih terus dilestarikan secara turun temurun.

Pada saat sekarang ini telah banyak perusahaan yang menjual garam laut yang diolah secara tradisional. Namun, ada hal-hal yang perlu dipahami dalam pembuatan dan pengolahan garam laut yang benar-benar sehat dan mengandung mineral yang baik untuk kesehatan.

Garam_alami.jpg

Berikut ini tips mengenali garam Uyah-Uku Traditional Bali Sea Salt yang asli, identitasnya bisa dikenali dari tanda-tanda fisiknya sehingga mudah membedakan dengan garam lainnya.

uyahuku2.jpg

  1. Garam berbentuk serpihan yang kasar, bukan seperti pasir halus atau bercampur garam kasar bebatuan.
  2. Meskipun sudah disortir secara manual sebelum dikemas, masih memungkinkan ditemukan seperti helaian bulu mata pada Garam Uyah-Uku.
    Helaian kecil ini bukan kotoran yang akan merusak unsur garam, tetapi ini serat palungan pohon kelapa media penjemuran garam, yang terlepas ikut terserok pada saat garam dipanen.
  3. Garam Uyah-Uku bersifat sangat lembab dan cepat menarik cairan, ini karena Sea Salt kaya akan mineral magnesium.
    Membiarkannya di udara yang lembab akan dapat membuat endapan garam terbawah menjadi semakin mudah basah lembab dengan sendirinya.
  4. Garam Uyah-Uku yang lembab bisa dijemur kembali dibawah terik matahari menggunakan tampah bambu yang mudah tiris, kering dan menyerap panas.
  5. Uyah-Uku memiliki sifat menyerap bau, garam Uyah-Uku yang baru dipanen aromanya hampir tidak ada atau ketika lembab aromanya hampir sama dengan aroma beras alami.
  6. Tidak disarankan menyimpan garam Uyah-Uku didalam wadah terbuat dari bambu, kayu, logam, stainless/ atau yang berbau tajam dan mengandung unsur kimia, karna sifat-sifatnya tersebut. Sebaiknya gunakan Jar atau toples kaca yang kedap udara.
  7. Karena sifatnya yang kaya moisturizer mineral alam, disarankan untuk tidak menyimpan garam Uyah-Uku di dalam lemari pendingin.

Nah untuk teman-teman yang ingin beralih pakai garam alami lokal, jangan ragu tuk menghubungi kami.. Jangan lupa, khusus member Green Mommy Shop, kalian dapat harga spesial :-) 

Sarwendah Purwaningrum

GMS

Sources

https://www.facebook.com/UyahUku-Traditional-Bali-Salt-444724472393778/

http://irma-teknikkimia.blogspot.co.id/2013/04/pembuatan-garam_9116.html

http://milyono.blogspot.co.id/2010/10/manfaat-garam-asli-laut-untuk-kesehatan.html