Karena tadinya kamu dengar, dibilangin teman, baca-baca atau nonton tentang dampak negatif dan mengerikan untuk kecantikan dan kesehatan tubuh yang berasal dari penggunaan bahan sintetis yang berbahaya pada kosmetik dan perawatan tubuh, akhirnya kamu mengambil keputusan untuk berhenti memakai produk yang bahannya sintetis berbahaya ataupun yang tidak alami. Setelahnya karena takut atau termotivasi atau keduanya, meja rias dan kamar mandipun kamu bersihkan total dari semua produk yang nggak ideal itu. Phew! Dramatis juga, tapi.. Selamat Ya..!🙂 karena mulai sekarang, kulit dan tubuhmu bakal bahagia karenanya.

skin detox.jpeg
sumber: woman’shealthmag

Flash back dulu nih. Kita orang Indonesia sejak turun temurun sudah terbiasa menggunakan rempah tropis untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit, seperti; kunyit, temulawak, pegagan, badotan, teh dan banyak lainnya. Memakai masker pun adalah hal yang biasa, misal masker beras, oke lah.. atau kunyit,karena semua ini rempah, maka buat kita itu sudah biasa. Nah, tapiiiii……Kalau memakai minyak ke kulit apalagi wajah? O’oww… kok sepertinya mengerikan, bakal lengket, sumuk (penat), belum lagi jadi berminyak-minyak. Padahal sebenarnya nih, pemakaian minyak oleh nenek kita juga sudah biasa adanya, seperti minyak kayu putih, minyak cengkeh, kemiri, minyak kelapa, minyak cendana. Tapi kenapa sekarang pake minyak itu jadi nakutin ya? Hmm.. apa yang sudah terjadi ke kita selama beberapa dekade terakhir ini?

Perlu dipikirin tuh… Alasan, mengapa kita makannya dijaga seorganik dan sesuperfood mungkin, tetapi nggak segitunya untuk kulit kita? Juga perlu diketahui kalau rata-rata kita, malah mengabaikan kulit (yang sepertinya jadi seperti baju saja fungsinya, padahal kulit itu adalah organ tubuh kita juga, sudah gitu jadi organ paling besar pula!). Sudah pada tahu kan, kalau kulit itu akan menyerap hampir semua bahan yang dibalurkan. Jadi sebenarnya kita nih kudu mikirin, apa nih yang mau dibalurin ke kulit. Kalau kalian suka baca label makanan, kudu wajib baca juga donk, label kosmetik dan perawatan kulitmu🙂

Sekarang saya bahas bagian yang bikin gregetan yang bakal nentuin sukses tidaknya kalian bertransisi menuju kulit sehat alami dengan produk alami dan organik (termasuk dari dapurmu sendiri). So fasten your seatbelt girls!! Pada kenyataannya, ketika kita mengganti produk perawatan kulit terutama wajah, yang terjadi pada sebagian orang adalah, kulit akan menjadi agak aneh atau tidak seperti biasanya. Hal ini benar adanya, terutama untuk mereka-mereka yang kulitnya cenderung mudah berjerawat atau sensitif (mudah bereaksi dengan apapun yang dibalurkan diatasnya, sebenarnya termasuk dengan apa yang masuk ke tubuh juga bikin kulit bereaksi lho, tapi ini bahasan kali lain ya..!). Dan kondisi ini benar adanya, secara umum, kulit akan bereaksi ketika kita memakai produk baru, tetapi efek sampingnya bisa menjadi lebih besar (baca: ngeri/dramatis) kalau kulit kita sebelumnya sudah terbiasa memakai produk berbahan sintetis berbahaya atau yang keras/dosis tinggi atau kurang sehat yang terdapat pada kebanyakan produk dipasaran.

Kenapa kita harus bikin perubahan ke perawatan wajah alami?

Untuk membahas alasan kenapa kita harus berhenti menggunakan produk yang tidak alami saja bakal panjang ceritanya. Produk berbahan sintetis kebanyakan tidak hanya sangat tidak mendukung kesehatan kita, apalagi kecantikan kulit kita. Memang benar, beberapa produk akan memberikan dampak instant, tapi dampak jangka panjangnya, ada pada pilihan bahwa kita pasti belum tahu dan tidak baik. Pada kenyataannya juga, ada banyak produk sintetis yang super murah yang isinya cuma pewangi sintetis dan fillers alias bikin produknya keliatan banyak atau berwarna, dll. Kalau kalian mau tanya, kenapa juga dibuat produk-produk seperti ini, jawabnya, karena kita juga sebagai penyetir pasar, kita, kalian yang inginnya produk yang murah tapi instant, dan harum dan berwarna-warni dan “nyaman dipakai” . Tapi hasilnya ya, pasti kalian sudah tahu sendiri, PLUS masih ada juga dampak kesehatannya dikemudian hari atau langsung terasa.

Alasan lain, kenapa Green Mommy Shop (GMS) berkampanye agar wanita Indonesia beralih menggunakan perawatan kulit alami, karena produk alami akan membuat kulitmu cantik dan sehat. Semakin lama kita memakainya semakin cantik kulit kita jadinya. Tetapi, untuk bikin wanita Indonesia bisa sehat cantiknya, ada satu kendala BESAR, yaitu malas atau tidak mau menggunakan produk alami, karena salah satu pemikiran bahwa produk alami itu kurang efektif atau bahkan tidak efektif sama sekali untuk merawat kulit. Sebagian besar wanita yang menggunakan produk alami, masih juga menggunakan sebagian produk perawatan kulitnya yang berbahan sintetis apalagi yang berbahaya. Misal pembersihnya pake yang alami tapi pelembabnya pake yang sintetis karena merasa yang buatan laboratorium itu adalah sumber awet muda kulitnya (padahal sumber awet muda kulit itu ada pada kulit yang sehat cantiknya yang produksinya dari tubuh yang sehat). Pada kenyataannya, seperti Rainforest dan produsen produk alami lainnya, hal yang kami pikirkan untuk membuat produk alami itu bukan sekedar menghilangkan bahan kimia sintetis saja lho. Butuh keahlian untuk mensinergikan bahan tanaman/rempah untuk membuat produk perawatan kulit itu bisa bekerja dan memberikan kilau pada kulit kalian dan saya sebagai pemakainya. Pembuatan small batch alias sekali bikin cuma sedikit adalah standar kami, untuk memastikan produk yang kami buat sesegar mungkin, agar kalian mendapatkan manfaat dari tanaman semaksimal mungkin. Dan penyimpanan dalam kulkas adalah untuk menjaga kualitas produk tanpa menggunakan pengawet sintetis berbahaya. Memilih skincare alamipun penting adanya, atau hasilnya akan sama dengan ketika kamu belum memakai produk alami.

Nah sekarang, ayo kita ngomongin bagaimana caranya untuk memPHKkan (baca:membuang) produk yang tidak alami apalagi yang berbahaya dari kamarmu (termasuk kamar mandi, tas, mobil, dapur mungkin?).

Masalah Ketergantungan Kulit Pada Produk

Ketika kulit kita terbiasa menggunakan bahan sintetis, faktanya, akan menjadi lumayan sulit untuk kulit kita memutuskan ketergantungan itu. Dan jenis kulit yang paling sulit melepaskan ketergantungan adalah kulit yang mudah berjerawat dan sensitif. Salah satu bahan yang sering digunakan kulit berjerawat dan sensitif yang bakal kalian jadi sulit untuk kalian hidup tanpanya adalah Salycilic acid dan Benzoyl Peroxide. Bahan yang aku sebutkan ini adalah bahan sintetis yang umumnya ada pada produk pasaran hingga produk pada apotik yang fungsinya untuk membunuh bakteri dan mengurangi produksi minyak alami kulit. Tapi dampak penggunaan hanya kedua atau salah satu bahan tersebut dalam jangka panjang adalah, kulit akan menjadi sangat kering, (coba pikir kenapa sih kulit kita itu memproduksi minyak alami kulit?, pasti ada alasannya kan? nah kalau ada, kenapa juga kita malah dengan senang hati, dan berlomba-lomba tuk bikin tambang minyak kulit kita jadi kering?). Kalian pada tau juga kan kalau benzoyl Peroxide itu adalah salah satu bahan untuk pemutih pakaian? bayangin aja, bahan itu setiap hari kalian pakai untuk ngebleach kulitmu? (eheemmm!)

Bahan-bahan seperti ini akan membuat kulitmu rusak, mulai dari merusak lapisan acid mantle yang fungsinya adalah sebagai lapisan pelindung. Termasuk juga akan berubah PH alami kulit kita, yang alaminya antara 4.5-5.5, tapi biasanya kalau kita memakai produk berbahan sintetis seperti diatas, maka kulit kita akan berubah PHnya menjadi lebih basa. Dan kalau kita berhenti menggunakan bahan tersebut, kulit kita akan mencari caranya sendiri untuk menyesuaikan diri termasuk menjadi “sakau” karena berusaha untuk mengembalikan PHnya ke PH alami yang sejati. Dan ngomong-ngomong tentang bahan sintetis yang bikin lapisan acid mantle kita nggak berfungsi normal, banyak bahan sintetis lainnya yang juga akan membuat kulit kita jadi nggak beres fungsinya.

Yang terjadi setelahnya? kulit kita akan menjadi tergantung dengan bahan-bahan tersebut. Beda halnya kalau kulit kita menggunakan produk alami, nggak bakal ada yang salah. Kalau nggak make, nggak bakal rusak kulit kita, adanya paling kulit jadi agak nggak kinclong or nggak glowing dan nggak se shiny kalo pake Secret Gardennya Rainforest😉 aja.. Pada kenyataannya, untuk melepaskan diri dari bahan kimia sintetis berbahaya itu nggak mudah! (tanya deh ke teman-teman Green Mommy yang sudah sukses lepas dengan perjuangan, bahkan ada yang sampai berbulan-bulan!), MEski kesehatan kita taruhannya. Karena tuk ngelepasin diri, seperti ngelepas diri dari sakau dengan junk food, hal ini bakal tricky alias bisa ruwet dan bikin sebel kalo peniti hati kita nggak kuat.

Gejala-gejala Detox Kulit

Reaksi kulit untuk menyeimbangkan lapisan acid mantle atau bisa dikatakan menyeimbangkan fungsi kulit secara keseluruhan bisa banyak macamnya, mulai dari breakout, terutama jika tadinya kulit cenderung mudah breakout apapun jenis breakoutnya, mulai dari komedo, bruntusan hingga jerawat. Karena seiring kulit menyesuaikan kondisi mendekati PH ideal termasuk kembalinya fungsi kulit secara normal (optimal), kulit juga bisa jadi lebih kering, lebih berminyak, bahkan lebih memerah dibanding biasanya.

Terutama untuk teman-teman yang akan memberhentikan produk perawatan yang dikhususkan untuk kulit yang mudah berjerawat yang fungsi produk tersebut sengaja dibuat untuk menekan atau membuat jerawat tidak keluar, atau bahkan jerawat yang keluar cepat sembuh, akan ada kemungkinan munculnya gejala-gejala breakout. Nah, sangat masuk akal kan, ketika tadinya kulit diberikan produk yang fungsinya untuk menekan munculnya jerawat atau membuat jerawat yang tadinya muncul silih berganti seperti timbul tenggelamnya matahari setiap hari untuk bisa cepat pergi, jadi nggak seperti biasanya (nggak seperti biasa jerawatnya, nggak seperti biasa mulusnya, nggak seperti biasa glowingnya, nggak seperti biasa bruntusannya) dan tambahan lagi, produk yang digunakan tersebut tidak untuk menyembuhkan masalah kulit secara keseluruhan.

Tapi kalian jangan khawatir, Rainforest memiliki produk yang bisa membantu masalah breakout, mulai dari acne essential, kiss acne good bye, hingga lemony creamy cleanser, herbal facial oil for oily and acne skin, blooming beauty, earth on fire (bukan kebarakaran, hehe..) dll.

Kalau kulit biasanya breakout, yang harus kita perhatikan diantaranya adalah: ukuran dan tempat breakout pada wajah. Misal nih, kulit biasanya breakout ketika hormon berfluktuasi secara drastis, misal selalu breakout ketika haid, hamil, dan semacamnya (breakout seperti ini biasanya di daerah dagu) atau coba perhatikan ketika breaout di daerah dahi (ini biasanya karena masalah pencernaan), tapi misal sekarang breakoutnya di bagian wajah lainnya atau di seluruh permukaan wajah, ini adalah breakout yang berhubungan dengan detox kulit. Breakout karena detox kulit juga akan beragam besar kecilnya jika dibandingkan dengan breakout biasanya, jadi jaga-jaga saja, jika hal ini terjadi, kalian nggak perlu kaget lagi.

Biasanya detox kulit bisa diharapkan akan berangsur menghilang dalam beberapa minggu, tetapi jika detox kulit memakan waktu lebih lama, maka harusnya kita mencari tahu masalah internal kesehatan tubuh kita terutama kaitannya dengan jerawat dan jika kita sudah tau, pastikan masalah tersebut juga diatasi. Karena jika tidak, yang ada, kita pasti menyerah menggunakan produk alami, dan kita pasti jadi masa bodo’ dan balik ke produk berbahan kimia sintetis berbahaya, dan yang paling penting lagi kita jadi super cuek dengan kesehatan tubuh kita yang sebenarnya bermasalah.

Penting untuk diketahui, bahwa tidak semua orang akan mengalami breakout ketika kulitnya mengalami masa detoksifikasi. Pada sebagian orang, ada yang kulitnya hanya akan mengalami kemerahan saja atau kulit menjadi lebih kering atau lebih berminyak saja ketika mereka beralih menggunakan produk perawatan kulit yang berbeda. Pada kenyataannya juga, kebanyakan produk alami itu lembut untuk kulit dibandingkan dengan produk berbahan kimia sintetis, tetapi bukan berarti kulit kita tidak butuh beradaptasi terlebih dahulu.

acne.jpeg
sumber: diseaseoftheskin

Tips “Waspadai” ketika akan menjalani Detox kulit

  • Jika kulit tadinya menggunakan produk berbahan benzoyl peroxide, retinol, atau menggunakan bahan perawatan kulit keras lainnya, idealnya, JANGAN langsung berganti dengan produk perawatan kulit lain secara seketika, termasuk pula, JANGAN langsung memborong produk alami!. Pastikan kurangi dosis pemakaian secara perlahan hingga tidak memakai sama sekali, minimal dalam jangka waktu 2 minggu bahkan lebih jika memungkinkan. Tujuannya agar fungsi alami kulit kembali normal dan beradaptasi tanpa produk tersebut secara bertahap dan perlahan.
  • Jangan sekali-kali langsung mengganti semua produk perawatan kulit secara mendadak. Jika kamu beralih ke produk perawatan kulit alami/organik, pastikan mulailah dengan seminimal mungkin produk yang dipakai. Misal mulai dengan pembersih dan toner saja, kemudian dengan pelembab. Bahkan lebih ideal lagi jika mulainya hanya satu persatu saja, kalau kulitmu lebih sensitif. Dengan begini, kulit tidak terlalu kaget dengan perubahan yang ada dan bisa beradaptasi secara lembut, juga agar efek nggak “nyamannya” detox kulit bisa diminimalisir.
  • Bantu kulit kita dengan cara menghilangkan racun dari tubuh. Seperti dengan berolahraga secara teratur, mandi sauna, bahkan gunakan steam untuk sauna bagian kulit wajah dengan rempah-rempah atau minyak atsiri (essential oil). Penting juga untuk bersahabat kembali dengan sinar matahari (berjemurlah dipagi hari) dan hirup udara segar sesering mungkin (mengoksigenasi kulit dan tubuh, juga matahari penting perannya untuk kesehatan tubuh).
  • Minum lebih banyak air dari biasanya, untuk membantu tubuh mengeluarkan racun. Salah satu tips sederhana adalah dengan minum air jeruk nipis/lemon tanpa gula di pagi hari atau malam hari untuk membantu proses detoxifikasi secara alami.
  • Sebisa mungkin, idealnya, jangan memakai make up sama sekali sehari-harinya (termasuk jangan memakai bedak dan tabir surya) hingga kulit sudah beradaptasi dengan produk perawatan kulit yang baru.
  • Rajinlah menggunakan masker berbahan lempung yang baik untuk membantu mengeluarkan kotoran dari kulit, seperti Lempung Mask by Rainforest.
  • Kalau mau lebih serius lagi, kunjungi ahli kesehatan holistik untuk membantumu mendetox tubuh secara keseluruhan, sekalian aja ya.. sehatnya.. jangan sehat untuk cantik kulit aja..😉 Cantik yang sesungguhnya itu nggak tanggung-tanggung kan ya :-)Aku paham sekali, perasaan kalian-kalian ketika mendetox produk perawatan kulit terutama wajah, karena untuk kita wanita, balik untuk cantik alami itu bikin hati jadi damai, bikin kita tenang, bikin kita bahagia, bikin kita was-was sampai bikin jadi ngeri! Jangan lupa juga untuk kenalan lebih dekat dengan kulit kita, pastikan kalian melakukan observasi apa yang bekerja efektif dan apa yang percuma hasilnya yang kalian lakukan. Observasi apa saja perubahan yang terjadi selama perubahan yang kamu lakukan. Pada akhirnya, kamu akan menemukan produk alami yang paling cocok, yang paling bisa membuat kulitmu sehat dan cantik luar dalamnya. Apapun itu mereknya atau meski mungkin hanya dari kebun rumah mu!

Nah sekarang, aku ingin tau, apa pengalamanmu ketika beralih ke produk perawatan kulit organik? Silahkan dishare di komentar bawah sini ya..

Sambil nulis dari lantai 2, tower house Green Daddy, ditemani hujan deras dan kabut dengan jarak pandang yang cuma 10 meter!

Deasi