What did I do differently, I need to write what I do not so bad, not to brag about it, tapi untuk ngasih perbandingan, apa yang bisa kita lakukan dari contoh yang ada. I take me as an example. Beruntungnya, aku mulai hidup sehat secara nggak sadar (karena itulah adanya cara keluargaku terutama ibu merawat keluarga terutama dari segi makanan) sejak aku berusia sangat dini. Ini semua yang bikin aku nggak punya masalah kulit seperti jerawat, atau masalah kulit lainnya (kecuali masalah kulit kering dan mual, mata merah, gatal hingga muntah kalau pake produk yang ada bahan kimia sintetisnya terutama yang nggak aman). Sejak usia dini, aku nggak suka makanan manis, berlemak, fast food, snack instant. Dijaman kecil dulu, aku beruntung karena makanan yang selalu tersedia di rumah ibu adalah makanan fresh cook setiap harinya (meski nggak super duper healthy seperti pengetahuan tentang makanan superfood saat ini, tetapi its always fresh n non processed food dan nggak sering mengkonsumsi daging merah but we ate fish a lot!)., dan meski ibu bekerja full time setiap harinya (punya toko dan menjalankan usaha restoran), beliau tetap sesibuk apapun mengharuskan dirinya memasak untuk keluarga (lain menu dari yang disiapkan koki untuk restorannya). Dan untungnya aku nggak suka snack instant seperti chips, biskuit dan sejenisnya dan setiap harinya ada di depan mata. Dan hingga dewasa, food imprint ini jadi lebih baik dari hari-kehari seiring bertambahnya pengetahuanku tentang makanan sehat kaitannya dengan tubuh yang sehat dan kulit yang sehat (cantik). Salah satu buktinya, dengan kadar gula darah berpuasa tetap dibawah 80 dan setelah makan dibawah 100 (ini nggak pake acara “diet” tapi hanya makan sehat saja sehari-harinya dan tanpa supplemen khusus).

images.jpeg

Faktanya dari berbagai penelitian bahwa, dengan menjaga kadar gula darah dalam tubuh pada range yang sehat, sangat ideal untuk membuat kulit kita sehat (baca:cantik). Kenapa? Karena kadar gula darah dalam tubuh yang terkontrol (sehat) adalah salah satu cara untuk meminimalkan inflamasi tubuh. Idealnya, kadar gula darah sebelum makan (puasa) kita diantara 70-80 dan sesudah makan dibawah 140. Karena kadar gula darah yang tinggi akan menciptakan insulin resistance yang berujung pada inflamasi tubuh, yang kaitannya dengan kulit adalah penyakit atau kondisi yang tidak sehat pada jaringan tubuh kita. Ketika kadar insulin dalam tubuh menjadi normal, masalah inflamasi yang menyebabkan banyak masalah kulit akan menghilang dengan sendirinya, dan kulit kita akan sembuh dan menjadi cantik dengan sendirinya.

Sekarang kita tahu faktanya, langkah selanjutnya adalah hal apa yang akan kita lakukan setelahnya, untuk memperbaiki kondisi yang kurang ideal diatas (kalau ada). Pertama adalah hilangkan atau kurangi secara drastis dari pola makan kita sehari-hari yaitu makanan dan minuman manis termasuk sumbernya tentunya yaitu gula dan makanan yang rendah gizinya (kalau bahasaku, makanan yang cuma bikin gigi kotor)🙂 Makanan seperti apa itu? Diantaranya adalah makanan yang pembuatanya melalui proses yang panjang (processed food). Coba ganti cara berpikir kita, coba bayangkan kalau kulit cantik kita itu sangat bergantung bukan pada Morning Dewnya Rainforest😉 atau pada cream yang harganya jutaan, tapi bergantung pada makanan yang masuk ke tubuh kita. Mau nelan pil yang lebih pahit? Ready? Faktanya, cantiknya kulit kita itu SANGAT bergantung pada apa yang masuk ke mulut kita (makanan dan minuman). Makanan tinggi kadar gula dan kosong nutrisi itu akan meningkatkan kadar gula dalam tubuh kita. Bukan itu saja, makanan nggak sehat tersebut juga menggangu sistem endoktrin, adrenal glands, hypotalamus, pituitary glands, dan pineal glands. Bukan itu saja, urut-urutannya masih panjang dari cuma sekedar gula darah naik, dan yang sudah aku sebutkan diatas. Kadar gula yang diatas normal juga bisa menggangu keseimbangan hormon (apalagi kita wanita nih, punya penyebab pengganggu keseimbangan hormonnya banyak!), termasuk menggangu produksi estrogen testosterone, cortisol, progesterone, DHEA (bottom linenya, fungsi tubuh kita jadi kacau! Kayak kena angin putting beliung dan banjir. Bayangin sampah dan rusaknya kalau abis bencana? Ya begitu pula badan kita kalau kemasukan segala makanan dan minuman yang nggak sehat yang nggak seharusnya masuk ke tubuh. Kalau mau diruntut seberapa terganggunya keseimbangan tubuh kita, butuh banyak professor yang nulis tulisan pake bahasa mommy-mommy.

Langkah lainnya adalah dengan menghilangkan makanan dan minuman yang menggandung gluten dari keseharian kita. Apa itu gluten, silahkan di google ya..😉 Dan coba belajar untuk tidak berkompromi, misal nih, karena kita nggak punya sensitivitas terhadap gluten, atau penyakit karena gluten, jadinya it’s okay untuk tetap kita konsumsi. Paling nggak, coba kurangi secara drastis makanan yang terbuat dari terigu/gandum. Ada beberapa penelitian tentang kaitan gluten dengan berbagai macam penyakit yang ada kaitannya dengan inflamasi, diantaranya sulit BAB, eksim, asthma, keriput dini, dan banyak lainnya.

Nah sudah hilang atau berkurang drastis makanan penyebab inflamasi tubuh? Sekarang apa sih yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kondisi yang ada? Jawabnya “Gluten Free Cinnamon Bun!” (just kidding!!), maksudku, si KAYU MANIS!, rempah satu ini adalah salah satu rempah favorit yang bisa kalian tambahkan ke makanan maupun minuman, mulai dari yang cenderung sweet bahkan yang pedas! Kayu manis rasanya manis-manis pedas dikitt..Apa sih fungsi kayu manis kaitannya dengan inflamasi dan kadar gula tubuh? Kayu manis bisa memperlambat naikknya kadar gula darah setelah kita makan, dan bisa membantu menormalkan kadar gula darah sepanjang hari. Seberapa banyak yang harus kalian konsumsi? Nah yang ini aku nggak bisa nyaranin, karena kebutuhan setiap orang berbeda. Aku bisanya bilang, coba deh, and see how you will benefit it. Yang pasti, jangan berlebihan. Mungkin 1/8sdt ke dalam 1 gelas the sudah cukup buat kebutuhan harian kalian. Dan jangan lupa, untuk ambil break sesekali. Jika kalian suka essential oilnya, tambahkan 1 tetes saja ke 1 gelas tea.

Kayu Manis dalam Keseharian Green Family Food n Drink n Snacks:
Cinnamon Bun & Scones
Hampir semua makanan Indian kita (we eat Indian food on a regular basis/almost daily)
Our Vegan Chocolate Drink (homemade)
Sarapan Oats Apple Cinnamon (Raw)
Cinnamon n Apple Cake

 

Life with too much sweetness can make your skin not sweet at all😉

Deasi
Sumber:
1. http://www.webmd.com/diabetes/how-sugar-affects-diabetes
2. http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2011/12/17/blood-test-more-important-than-cholesterol-in-determining-how-old-you-look.aspx
3. Draelos, Diana. and Pugliese, Peter. “Physiology of the skin”.
4 Steve M. Blevins, MD1, Misti J. Leyva, MS, RDLD2, Joshua Brown, RDLD2, Jonelle Wright, PHD34, Robert H. Scofield, MD145 and Christopher E. Aston, PHD6. “Effect of Cinnamon on Glucose and Lipid Levels in Non–Insulin-Dependent Type 2 Diabetes”
5. Mieke Flour, “The pathophysiology of vulnerable skin”
6. The American Journal of Gastroenterology 107, 1898-1906 (December 2012) | :10.1038/ajg.2012.236 “Non-Celiac Wheat Sensitivity Diagnosed by Double-Blind Placebo-Controlled Challenge: Exploring a New Clinical Entity”
7. http://onlinehealth.wiki/nutrition/the-1-worst-food-that-causes-faster-aging