Pernah dengar ngrundelan satu ini? Udah pake skincare mahal, masih aja jerawatan, udah ganti produk alami, tetep aja kulit nggak mulus. Hmm kayaknya aku nggak cocok deh, kudu ganti produk lain.. ?! (pernahkan kita berpikir, apakah tubuh kita sehatnya udah “cocok” sama kebutuhan cantiknya kulit yang kita harapkan?)

Tulisan kali ini adalah lanjutan dari 2 tulisan tentang kulit sebelumnya, silahkan baca tulisan yang pertama dan kedua. Ceritanya nih, kita belajar lagi, bagaimana kesehatan dan kecantikan kulit itu sangat erat hubungannya alias TIDAK BOLEH DIPISAHKAN dengan kesehatan tubuh kita (alll the way to each your cellular health!!), ada ketidakseimbangan sedikit, kulit kita bakal ngetawain kita.. “pengen punya kulit cantik kok ngeyel kalau disuruh bikin tubuh sehat!” (katanya si kulit lho.. not me, not me!🙂 ).

Semua organ tubuh kita itu berkaitan erat dengan kulit, dan sudah pada tau kan, kalau kulit itu adalah organ tubuh terbesar. Hal yang jarang kita ketahui adalah bahwa kesehatan usus kita juga sangat mempengaruhi kesehatan kulit kita. Mudahnya nih, kalau sistem pencernaan kita kurang sehat, hormon pada tubuh tidak akan terproses dengan mudah oleh liver, dan hal ini akan menyebabkan jerawat hormonal yang biasanya muncul disekitar area dagu. Berbagai substansi yang masuk ke tubuh, mulai dari racun, bakteri patogen dan protein sekalipun yang tidak bisa dicerna oleh tubuh lewat sistem pencernaan akan mengakibatkan sel kita menjadi tidak sehat dan segalah hal yang nggak bisa diproses tubuh tadi itu, akan balik lagi untuk dikeluarkan lewat kulit, hasilnya berbagai macam jenis masalah kulit mulai dari komedo, breakout, bruntusan, benjolan kulit, termasuk warna kulit yang tidak rata.

Bacteria

Kulit dan usus kita itu seperti best friend forever kalo ngomongin hubungan mereka berdua dengan bakteri. Pada kenyataannya, kulit yang sehat dan usus yang sehat, sama-sama dihuni oleh milyaran bakteri yang menguntungkan!. Nah bakteri-bakteri ini nih, memiliki peranan penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mereka ini juga membantu dalam hal penyerapan nutrisi. Usus kita itu bakal bahagia, kalau dapat bantuan adanya micro-flora, tapii gaya hidup kita yang penuh polusi, processed food, bahan kimia sintetis berbahaya, dll (baca: hidup modern) saat ini tuh sudah membuat kebahagiaan (baca: kesehatan) usus kita nggak karuan jeleknya (baca: tidak sehat). Nah bagaimana agar usus kita sehat? caranya, adalah dengan kita idealnya menambahkan teman-teman kecil (baca: bakteri menguntungkan) ke pencernaan kita, lewat makanan dan minuman yang mengandung bakteri menguntungkan. Makanan seperti apa sih yang mengandung bakteri menguntungkan itu? Mereka-mereka ini adalah makanan dan minuman yang dihasilkan dari proses fermentasi dan probiotik. Makanan dan minuman ini menjaga sistem pencernaan kita bisa tetap prima, artinya, segala yang masuk ke sistem pencernaan, bisa keluar dengan efektif karena kerja sistem pencernaan yang efektif juga. Nah kalau sistem pencernaan kita sudah bergerak dengan mudah seperti ini (baca: mudah semedi/mengeluarkan kotoran/BAB), maka kulit kitapun akan mudah menjalankan fungsi sesuai job descriptionnya😉 yaitu untuk melindungi tubuh kita PLUS bikin kita kelihatan CANTIK!

Binggung seberapa sering sih kita harus mengkonsumsi makanan fermentasi dan probiotik? Ini tergantung kesehatan masing-masing individu. Tapi untuk teman-teman yang ngerasa banyak masalah, mungkin kalian bisa mulai mengkonsumsinya setiap hari. Coba baca juga referensi dari publikasi Journal of Applied Microbiology, yang menyatakan bahwa probiotik itu memiliki manfaat untuk kesehatan kulit yang segudang, diantaranya untuk memperbaiki kondisi atopic eczema, dermatitis, menyembuhkan kulit terbakar, bekas luka, meningkatkan “innate immunity” serta pendistribusian substansi untuk regenerasi kulit.

Contoh makanan & minuman fermentasi:
Tempe
Acar (my fav)
Apem
Roti Sourdough
Saurkraut (my fav)
Curtido
Kimchi (my fav, yang puedes!)
Yoghurt
Kefir (my fav water kefir)
Kombucha
Miso
Soy Sauce
Bersahabat dengan microflora? Siapa takutt ^_^! Cantik itu nggak harus mahal, tapi harus sehat :-*
Deasi
Sumber:
Samuel Baron – Medical Microbiology: 4th (fourth) Edition
Elizabeth A. Grice & Julia A. Segre – The Skin Microbiome
Maibach, H.I., Aly, Raza (Eds.) – Skin Microbiology
Lew LC1, Liong MT. -Bioactives from probiotics for dermal health: functions and benefits
picture is courtesy of: http://www.getpurevitality.com