Apa kalian tahu kalau sel-sel kulit kita itu hidup? Ini pasti kita sudah tau dan kalau kita belum tahu, yes they are! Bukan kejutan? Gimana dengan fakta satu ini, kalau sel-sel kita itu memiliki vitalitas dan susunan yang merefleksikan vitalitas dan susunan dari alam ini? Sel-sel itu adalah benteng, pelindung, sensor tubuh terhadap segala hal diluar diri kita, termasuk juga berfungsi untuk menyelaraskan diri kita dengan alam.

Bayangkan saja, kulit kita dirancang sedemikian rupa oleh Allah, untuk selalu bisa berevolusi dan beradaptasi terhadap segala tantangan atas perubahan iklim dan cuaca termasuk jika kulit kita mengalami kerusakan fisik (yang tidak disebabkan oleh cuaca). Misalnya, di daerah tropis seperti negara kita nih, karena panas dan tingkat kelembapannya tinggi, membuat kulit kita secara alami mengeluarkan sebum pada permukaan kulit untuk meningkatkan kelembapan kulit untuk melubrikasi kulit, dan agar tubuh kita bisa mendapatkan manfaat dari sinar matahari yang super banyak alias kita mendapatkan vitamin D, dan meski kita kena sinar matahari (yang seringnya sekarang malah rata-rata orang nggak suka, karena takut terbakar sinar matahari, takut kena kanker kulit, takut kulitnya hitam dan ketakutan yang belum benar kebenarannya), mekanisme kulit kita secara arif pasti membuat interaksi dengan matahari itu bermanfaat buat kita (saking pintarnya kulit ini).

Kali ini kita bahas tentang lapisan Epidermis yang menjadi lapisan paling luar dari kulit kita, tapi penting untuk kita ingat, lapisan/bagian lain dari kulit kita yang tidak kita bahas kali ini, memiliki peranan yang penting juga, jadi jangan diacuhkan ya!

400px-Skin

Pada bagian atas kulit kita, terdapat lapisan yang namanya stratum corneum, yang jadi penjaga gerbang kecantikan kulit kita (satpam di pos depan). Kemudian di dalam lapisan ini, terdapat komponen seperti hydro lipid barrier dan acid mantle. Hydro lipid barrier adalah segel anti air (tapi bukan berarti air nggak bisa meresap masuk lho ya.. tapi misal nih, kalo kita kehujanan, tubuh kita nggak melembung karena air segalon jadi terserap masuk, lha kacau kan klo kulit kita fungsinya kayak gitu!) dari tubuh kita yang terdiri dari sel kulit mati, ceramides, sebum, protein, enzim dan peptide antibakteri. Lapisan acid mantle menyerupai lapisan film yang sangat tipis yang terbuat dari cairan asam yang ada pada bagian atas kulit. Salah satu kegunaan sistem kekebalan tubuh kita adalah memiliki ph yang agak asam, yang fungsinya untuk menetralisir bakteri yang merugikan termasuk menetralisir kulit dari terkontaminasi hal tidak baik lainnya. Ketika bagian stratum corneum ini sehat dan ada pada tempatnya, bagian ini akan banyak mengandung antibiotik alami dan bahan anti kerut/anti aging termasuk juga memiliki pelindung matahari alami. Ketika lapisan ini terganggu fungsinya, atau terluka, maka bagian ini akan mengirim signal ke sel untuk kemudian meresponnya dalam bentuk menstimulasi perbaikan atas kerusakan yang ada. Jika bagian ini secara terus menerus terganggu fungsinya, seperti setiap hari kita menggunakan sabun apalagi sabun berbahan kimia sintetis berbahaya termasuk bahan kosmetik dan perawatan yang mengandung bahan sintetis berbahaya dan anti bakteri, akibat yang akan muncul adalah berkurangnya kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Masalah inflamasi juga akan muncul, termasuk kemungkinan munculnya pertumbuhan sel yang abnormal, dan alergen akan mudah masuk ke tubuh, termasuk mudahnya toxin/racun untuk masuk juga ke tubuh kita.

stratum corneum

Jadi, bagaimana idealnya kondisi kulit kita? Kita ingin kulit kita memiliki kondisi terbaik/sehat dengan kondisi lingkungan (diluar kulit kita seperti udara, pakaian, dll) untuk sehatnya kulit yang terkondisikan pula sehatnya. Idealnya, kita bisa menjaga keseimbangan antara air yang bersih & sehat, oksigen dan nutrisi untuk tubuh kita. Ketiga hal inilah yang paling mendasar dan penting untuk kesehatan sel-sel tubuh kita yang artinya juga, inilah yang dibutuhkan oleh kesehatan kulit kita. Oksigen juga memiliki peranan yang sangat penting untuk metabolisme fungsi dari sel-sel kulit. Sel-sel kulit ini sejatinya memiliki siklus bernapas, Sel butuh udara sehat dan bersih, butuh pergerakan dan butuh apapun yang bisa membawa oksigen masuk ke sel. Sel juga membutuhkan air bersih dan mineral yang terkandung didalamnya. Kesemuanya ini membuat kulit kita “ternutrisi dengan baik” Dan nutrisi yang kita konsumsi, akan menjadi landasan kesehatan kulit kita. Kesemuanya ini adalah dasar dari perawatan kulit alami yang sehat.

Kulit kita itu hidup adanya. Kulit kita bisa menyembuhkan dirinya sendiri dan mendapatkan kesehatan yang prima. Hanya dengan beberapa penyesuaian sederhana dan alami adanya yang bisa kita lakukan pada keseharian kita, seperti merubah cara hidup (untuk lebih sehat secara alami) dan cara pandang kita dan kita bisa memenuhi kebutuhan sel tubuh , sel kulit dan kulit untuk menjadi sehat juga cantik. Pada akhirnya, kulit kita bisa bebas dan menampakkan keindahkan dari kesehatannya yang prima.

Skin is the defender of our health and as Bob The Builder of our Beauty! ^_^ (let’s just make only peace n harmony with it)

Deasi

Sumber:
1. Physiology of normal skin – WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care
2. Schmid-Wendtner, MH, HC. Korting. “The pH of the skin surface and its impact on the barrier function.” Skin Pharmacology and Physiology
3. Draelos, Diana. and Pugliese, Peter. “Physiology of the skin”.
4. http://www.worldwidewounds.com/
5. https://en.wikibooks.org/wiki/Human_Physiology/Integumentary_System
6. https://en.wikipedia.org/wiki/Stratum_corneum
7. http://theextremeanatomy.blogspot.co.id/