Mungkin yang sudah kenal Green Mommy Shop dengan Rainforestnya (dulu Ecocare), sudah sangat familiar kenapa kami selalu on n off membuat skincare quide, dan hampir 6 tahun lalu, Rainforest keluar dengan platform nggak ada pengkotakan atau pengkategorian jenis kulit pada produknya.

Ini dia sebabnya.
Perawatan kulit modern termasuk pengkategorian kulit saat ini, rasanya seperti kulit itu diinvasi oleh Alien saja rasanya, dan berbagai masalahnya harus diberantas dengan cara-cara yang rasanya kok super nggak manusiawi. Mulai dari jenis kulit yang berminyak di daerah T, kulit sensitif, kulit mudah berjerawat, kulit berjerawat hormonal hingga kulit kering. Dan semua dari pengkotakan ini, memiliki solusi lewat step by step perawatan sistematis, klinis, untuk mengembalikan kulit ke kondisi normal hanya jika kamu mengikuti program yang disarankan.

Anatomy_The_Skin_-_NCI_Visuals_Online

Pada akhirnya, kamu harus menghabiskan berbotol-botol pembersih wajah/cleansers, exfoliators/scrub dan peeling, toner, pelembab, dan masker yang dikategorikan khusus untuk masalah kulit tadi. Rutinitas memperbaiki kondisi kulit hingga untuk membuat kulit menjadi super cantik yang harus dilakukan setiap hari, bahkan hingga beberapa kali sehari ini menjadi sesuatu yang dipasarkan oleh industri kecantikan. Bukan itu saja, produk yang ditawarkan pun super duper sintetisnya. Belum lagi, diiming-imingi janji tentang kondisi kulit. Coba pikirkan dan ingat-ingat, mungkin kalian akan mendapati, sedisiplin apapun kalian mengikuti cara step by step ritual merawat kulit secara modern seperti yang dipasarkan, kulitmu tidak pernah benar-benar cantik, apalagi sehat dan seimbang.

skin care waste

Kalau kalian merasa nggak nyaman, nggak puas dengan kondisi kulitmu saat ini, perlu kalian ketahui, kalau kecemasan inipun diciptakan dan dipasarkan oleh industri kecantikan itu sendiri. Mana ada sih jaman nenek kita dulu pihak/jualan yang bikin kita nggak nyaman dengan kondisi kulit kita? mana nggak ada yang jualan pula, adanya kulit mereka dirawat dengan bahan alami dari kebun sendiri. Pun kalau mereka punya masalah kulit, paling juga jerawat doang. Nggak usah deh jaman nenek, jamanku kecil dulupun, hingga SMP, nggak ada juga standar-standar kulit harus seperti ini dan itu, sama juga, adanya cuma obat jerawat (dapatnya juga di apotik, inipun kalau yang ngeh ada produk seperti ini), aku ngomong tinggal di Indonesia lho ya… Menurut ilmu tentang kulitpun, “Dermatologi”, nggak ada standar untuk tujuan pengukuran jenis kulit. Pengelompokan kulit ini dibuat sejatinya untuk industri kecantikan ini. Kalau menurutku, pengelompokan kulit ini adalah cara untuk memudahkan penjualan produk, menjual produk lebih efektif dengan memberikan solusi atas masalah yang mereka klaim sebelumnya. Misal nih, kulit kering, pakai pelembab untuk kulit kering, agar kulitmu menjadi lembab.

Kalau sudah begini, kitanya jadi pusing, mikir, bagaimana bisa, kecantikan itu super njelimet, ruwet, kriwil? Tapi disisi lain, kulit sehat itu sebenarnya super sederhana adanya.

Kita nggak butuh tahu segala kategori jenis kulit, atau apa label yang pas untuk kulit kita. Coba deh bebasin pikiran kita dari bombardir kata orang yang kulit kita begini dan begitu, yang sensitif lah, yang nggak stabil lah.. Kulit cantik itu sederhananya adalah cerminan apa yang kita oleskan ke kulit dan apa yang masuk ke tubuh kita. Itu saja! Kalau kita menjaga apa yang masuk ke tubuh kita dan apa yang kita pakai ke kulit kita, kulit dengan sendirinya akan menjadi lebih sehat, indah, bercahaya, termasuk kulit jadi kuat (kulit bisa kuat lho!) semua bisa terjadi dengan sendirinya secara alami karena seperti itulah adanya kearifan alam. Membawa keseimbangan alam (ingat, kita juga alam lho!).

Let’s Think for Ourself!
Deasi

ps: tunggu kelanjutan tulisan berikutnya tentang Fisiologi kulit🙂

Sumber Foto:
1. https://wastenotblog.wordpress.com
2. https://en.wikipedia.org/wiki/Acne_vulgaris

Referensi:
1. Fleischer W, Reimer K (1997) Povidone-iodine in antisepsis – state of the art. Dermatology
2. Gfatter, R. and P. Hackl. “Effects of soap and detergents on skin surface pH, stratum corneum hydration and fat content in infants.” Dermatology. 1997