Alaminya, seiring dengan berkembangnya janin dirahim si ibu, berkembang pula bagian perut kita. Seiring pula, si janin menyerap nutrisi dan segala yang ada di tubuh kita untuk tumbuh kembangnya. Ibu biasanya menjadi sangat hati-hati dengan apa saja yang masuk ke tubuhnya, baik itu berupa makanan, minuman, termasuk kosmetik yang menempel di kulitnya. Termasuk pasti juga berpikir dengan penggunakan skin care atau perawatan tubuh yang mengandung minyak nabati dan essential oil atau minyak atsiri. Essentil oil sendiri baik untuk kondisi para wanita yang sedang hamil.

Banyak dari para wanita hamil dan menyusui, terutama yang sedang hamil, bertanya kepada saya, jika ada essential oil yang harus dihindari oleh ibu hamil. Karena kebanyakan buku essential oil yang beredar di pasaran memberi peringatan untuk berhati-hati atas resiko/potensi resiko pemakaian essential oil selama kehamilan. Memang benar adanya, jika essential oil itu akan mempengaruhi tubuh kita, otak dan sel-sel di tubuh kita. Sehingga muncul pertanyaan dan kekhawatiran, dari para ibu hamil:

Dapatkah essential oil menggangu kehamilan?

Apakah essential oil akan membahayakan bayi?

Yang penting untuk dipahami adalah, sangat penting untuk kita tahu darimana essential oil Anda berasal? Karena kebanyakan essential oil yang beredar dipasaran termasuk juga yang dijual di toko atau supermarket besar kemungkinan bukan essential oil yang murni. Yang biasanya di distilasi secara masal untuk kepentingan masal pula, biasanya untuk makanan dan dunia parfum. Nah essential oil seperti ini, biasanya diproduksi secara murah bahkan dibuat imitasinya. Essential oil seperti ini sangat tidak disarankan untuk digunakan untuk kesehatan bahkan untuk perawatan tubuh. Hanya essential oil yang didistilasi secara hati-hati dalam jumlah yang tidak banyak dan diambil dari tanaman organik yang bisa mewakili manfaat tanaman untuk tubuh kita.

Selama menjadi ibu, baik ketika aktif hamil dan menyusui, saya selalu terus menggunakan produk beressential oil, termasuk aktif bekerja setiap hari meracik produk Rainforest yang hampir semuanya mengandung essential oil. Ketika mengalami tantangan hamilpun, essential oil saya pergunakan untuk membantu mengatasinya, diantaranya saya memakai essential oil jahe untuk mengurangi mual dan muntah, essential oil pinus untuk tetesan di air mengepel lantai (baunya bikin saya rileks). Atau lavender dan lemongrass untuk anti nyamuk, termasuk setiap hari saya menggunakan berbagai produk beresential oil lainnya, mulai dari dry brush dengan Lymph & Cellulite oil juga untuk full body massage, Mommy Belly Bump Oil untuk menjaga kelenturan kulit perut dan mencegah stretchmark, hingga saya buat racikan tersendiri untuk relaksasi dan membantu tidur dimalam hari. Saya tetap memakai Secret Garden Potion untuk perawatan wajah, mandi dengan Creamy Body Wash, dan menggoleskan peppermint essential oil untuk gigitan nyamuk dan serangga. Teman-teman lainnya tidak perlu menggikuti jejak saya, tapi Anda jadi tahu maksud saya.

Ada ratusan jenis essential oil yang tersedia dan beredar di dunia aromaterapi. Kebanyakan dari essential oil tersebut dengan aman bisa digunakan oleh kalangan umum, dan hanya sedikit dari essential oil tersebut yang harus dihindari oleh SIAPAPUN.

Berikut beberapa essential oil yang sebaiknya dihindari: Mugwort, Tarragon, Hyssop officinalis (bukan Hyssop decumbens), Thuja, Dalmation Sage dan Pennyroyal (tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia dan tidak dikembangbiakkan apalagi dibuat essential oil dan diperdagangkan di Indonesia). Dan tambahan khusus ibu hamil diantaranya: Spanish Sage (bukan Sage officinalis), Oakmoss, Lavandula stoechas, Lavender cotton (jenis Lavender yang jarang ditemukan), Parsley Leaf dan Parsley seed dan Savin.

Adakah minyak-minyak nabati lainnya yang berbahaya untuk ibu hamil?

Jika kehamilan si ibu adalah kehamilan sehat, biasanya memiliki kadar hormon progesterone yang lebih banyak daripada estrogen. Dan ada beberapa essential oil yang mengandung phytoestrogen atau estrogen dari tanaman seperti clary sage, anise dan fennel. Hal ini diungkapkan dibeberapa buku aromaterapi, dimana ditakutkan ada kemungkinan bertambahnya hormon estrogen pada ibu hamil, dimana hal ini adalah kondisi yang kurang ideal.

Bukan Cuma di essential oil saja yang mengandung banyak estrogen dari tanaman. Di tanaman yang kita makan sehari-haripun ada yang mengandung estrogennya, seperti, di kentang dan kedelai. Saya super jarang mendengar dimana dokter atau bidan melarang mengkonsumsi kentang untuk mencegah ketidakseimbangan hormon estrogen, tetapi kalau kedelai, saya tidak merekomendasikan untuk dikonsumsi kecuali tempe sesekali. Seperti halnya di kentang, di essential oilpun, kadar estrogen tanamannya tidak banyak. Dalam sejarah penggunaan essential oil, tidak terbuki bahwa penggunaannya mengakibatkan keguguran.

Hal lainnya yang menjadi perhatian adalah bahwa essential oil bisa masuk melalui plasenta dan mempengaruhi kondisi janin. Dan untuk diketahui, suatu object untuk bisa masuk melalui plasenta, besarannya harus dibawah 1000 berat molekul, dan berat essential oil adalah 500. Jadi, kita pasti berasumsi bahwa essential oil bisa masuk lewat plasenta. Tereksposnya janin dengan essential oil hanya akan berbahaya jika essential oil itu berbahaya dan konsentrasi yang ada di janin tersebut sudah masuk pada kadar/ukuran yang berbahaya.

Beberapa essential oil yang diberi tanda pada kebanyakan buku essential oil agar ibu hamil berhati-hati menggunakannya salah satunya adalah Neem oil. Peringatan-peringatan yang ada ini kebanyakan muncul karena kurangnya penelitian terhadap minyak tersebut. Neem oil adalah salah satu minyak yang telah dipergunakan sejak ribuan tahun terutama di Ayurvedic medicine. Penggunaannya mulai dari perawatan dari ujung rambut, hingga kaki hingga pembersih gigi hingga kontrasepsi (perlu diketahui bahwa untuk penggunaan kontrasepsi, konsentrasinya dan jumlah yg digunakan tidaklah sedikit), dan ini sangat jauh jumlahnya dari penggunaan pada skin care.

Wanita hamil yang menggunakan essential oil secara bertanggung jawab dan menggunakan essential oil dengan rasio yang tepat, akan mendapatkan manfaat dari essential oil tersebut. Jadi jika Anda menggunakan essential oil sendiri (membuat ramuan) Anda sendiri, pastikan pemakaiannya dengan konsentrasi dilarutkan dengan carrier oil pada rasio dibawah 2%-5%.

Jika Anda merasa baru mengenal dunia essential oil dan penggunaannya, cobalah satu persatu, dan rasakan minyak-minyak mana yang terbaik dan paling cocok untuk Anda.

Saran saya, mulailah dulu dengan essential oil yang baunya Anda sukai, misal Essential oil Lavender. Perlu Anda ketahui, bisa dibilang semua essential oil memiliki anti-bakteri, anti-jamur, dan anti-viral dan hebatnya lagi, essential oil memiliki manfaat tambahan yaitu menstimulasi kekebalan tubuh untuk menjadi lebih prima. Dengan memilih essential oil yang Anda sukai, kemungkinan besar, yang terjadi adalah, Anda akan menemukan keseimbangan emosi dan jadi lebih bahagia.

Minyak-minyak nabati dan Essential oil telah terbukti memberikan banyak manfaat selama ribuan tahun. Untuk kita para wanita terutama yang sedang hamil dan menyusuipun bisa mendapatkan manfaatnya, caranya:

1. Berikan kulit kita manfaat dari minyak tanaman

Untuk ibu hamil, bagian perut adalah bagian yang kerjanya paling keras disaat-saat ini. Jadi sangatlah penting untuk tetap menjaganya sehat, dan indah, dengan cara selalu mengoleskan pelembab dari bahan minyak nabati dan essential oil agar tetap terjaga kelembaban dan kesehatan kulitnya. Minyak seperti VCO, Olive oil, Jojoba oil sangat bagus untuk melembabkan kulit. Untuk essential oilnya, Anda bisa coba mulai dari Lavender, Mawar. Jika Anda tidak punya waktu, Rainforest pun memiliki koleksi untuk pelembab bagian tubuh yang bekerja keras seperti wilayah perut dan sekitarnya. Kami membuat Mommy Belly Bump Oil untuk Anda. Selain itu ada banyak pilihan minyak lainnya sesuai dengan kesukaan dan kebutuhan Anda. Minyak-minyak ini juga akan mencegah kulit dari terkena stretchmark ketika hamil.

Salah satu cara lain untuk mencegah stretchmark selama hamil, juga melancarkan sirkulasi peredaran darah, mendetox tubuh, adalah dengan cara menyikat tubuh, atau dikenal dengan metode Dry brushing. Cara ini dilakukan dengan menyikat tubuh yang kering dengan sikat dan minyak khusus untuk dry brushing seperti Lymph & Celullite oil dari Rainforest.

Essential oil lainnya yang bagus untuk digunakan saat dry brushing diantaranya: Cypress, Rosemary, Lada hitam, Temugiring.

Lymph & Cellulite oil juga baik untuk digunakan sebagai minyak foot massage atau body massage. Biasanya minyak ini, saya campur dengan carrier oil lain untuk saya buat full body massage.

2. Essential oil untuk Sistem Pencernaan Anda

Ada banyak keluhan ibu hamil yang bisa dibantu dengan menggunakan essential oil, diantaranya mual, muntah, masuk angin, tukak penuh (heartburn), dll. Beberapa essential oil yang baik untuk hal diatas diantaranya: jahe dan kapulaga. Jika Anda bisa mendapatkan essential oil murni diatas, teteskan 1 tetes saja ke 1 gelas air dan dicampur madu, kemudian minum.

3. Essential oil untuk saat melahirkan

Essential oil, semakin banyak digunakan sebagai salah satu tambahan untuk mempermudah proses melahirkan atau sekedar menenangkan sang ibu. Misal Essential oil bisa dipakai sebagai pengharum ruangan yang membuat suasana kamar melahirkan menjadi lebih nyaman. Beberapa essential oil, bagus sebagai anti-bakteri seperti tea tree, analgesic alami dan merelaksasi otot, seperti marjoram.

Jadi untuk ibu hamil, gunakanlah essential oil secara bertanggung jawab dan ikuti intuisi Anda, dan nikmati indahnya kehamilan dengan essential oil.

________________________________________

Sumber:

1. Esential Oil Safety; A Guide for Health Care Professionals

2. Sumber lainnya