Masih ingat isi artikel tentang dilemma sabun sebagai pembersih wajah dan kulit kita?

Masih ingat juga isi artikel tentang kenapa sih pelembab bisa bikin proses detoksifikasi kulit kita mampet?

Nah tulisan kali ini, tentang lanjutan solusi masalah-masalah diatas 
Memang benar adanya, kalau usaha untuk punya kulit sehat dan cantik dari tadinya punya kondisi kulit yang kurang ideal itu gampang-gampang susah dan lumayan menantang. Apalagi untuk yang ingin punya kulit yang kencang, kenyal, normal, pori-pori kecil, dll.

Untuk mencapai ini semua, tapi kalau cara pakai produk alami dengan minyak nabati salah/kurang tepat, pilihan produknya juga kurang tepat, beberapa dari teman-teman pasti kena breakout, kulit rasanya berminyak atau bahkan kering.

Saya ingat ayah saya yang punya masalah kulit dan rutin berobat ke dokter kulit sejak 30 tahun yang lalu! Dan baru berhenti sejak 6 tahun yang lalu, karena masalah kulit yang sangat kering, kena candida nggak pernah berhenti, atau ibu yang kulitnya nggak bisa kena sabun komersil langsung blenyek (kata orang jawa) alias luka basah. Atau saya yang ketika SD nggak pernah bisa kena kain sintetis dan kulit sangat kering. Dari yang saya tahu, kita semua dikasih sabun khusus. Yang adanya, kulit tambah kering dan sensitif. Saya jadi banting setir secara instinct suka ngelapin minyak kemiri untuk rambut buat body lotion jaman SD dulu. Meski kucing-kucingan ma dari saran dokter. Ayah dan ibu sekarang rajin pake body oil. Dan dengan pola makan yang diperbaiki dan pilihan produk Cuma pake Rainforest, mereka sekarang sudah bebas (sembuh sendiri) dari semua masalah diatas (saya nggak kebayang salep dan obat2an ayah, abis uang berapa itu?)

Sekarang, beredar informasi dimana-mana (apalagi di internet), kalau pelembab oil itu tidak disarankan karena molekulnya terlalu besar untuk masuk ke pori-pori kulit jadi tidak bisa melembabkan kulit apalagi sampai melembabkan bagian dalam kulit. (Buat saya, isu ini bukan sekedar kulit, tapi melawan mother nature, dan sustainability,arrghh!, mana bisa kita memutarbalikkan fakta bahwa ribuan tahun sebelumnya orang-orang punya kulit yang sehat dan cantik dengan perawatan seperti Rainforest dan sangat tidak merusak lingkungan dan sekarang harus beralih sintetis semua agar kulit cling? really doesn’t make any sense 100%, there’s a truth to why sintetic works fast tapi nggak selalu bekerja paling cepat, but it’s not the only thing and not the best way that works, apalagi tadinya manusia sudah tau gimana bagusnya merawat kulit pake oil dan rempah). Kita nggak ngomongin masalah pola makan, genetika, polusi, cacat fisik pada kulit, dll ya (bayangin kalau misal nih, semakin modern hidup berati mother nature nggak punya solusi tuk bikin kulit cantik, kalau sekarang aja semua serba harus sintetis solusinya, berarti 20-30 tahun lagi, kita harus implant kulit robot kali ya biar matching dengan polusi di bumi? Yes? Of Course Not!).. I belive mother nature always have the solution for our skin wisdom. And You have to believe in it too!

Tapi apa kita sudah buktikan, sudah cari tahu, sudah nyoba sendiri, kalau sebenarnya minyak nabati itu bisa sekali dan baik untuk melembabkan kulit dengan cara yang berbeda dari pelembab sintetis dan juga bisa dibilang lebih efektif.

Cara Ajaib Minyak Nabati Bekerja di Kulit Kita

• Memberi makan microba yang menguntungkan: Masih ingatkan di artikel tentang sabun vs minyak? Nah bakteri-bakteri ini nih hidup di permukaan kulit kita juga dan makan dari sebum kita (lucu dan ajaib ya!). Nah minyak-minyak nabati yang bagus-bagus nih, yang kita balurkan ke permukaan kulit, akan berfungsi sama seperti sebum kita. Dan hasilnya, mereka akan bekerja menghasilkan asam lemak yang baik yang bisa melindungi dan membersihkan kulit kita. Dan bakteri-bakteri ini juga secara tidak langsung melembabkan kulit kita dari kesibukannya. Jadi misal ada minyak yang molekulnya besar dan nggak bisa masuk hingga ke pori-pori, mereka tetap memiliki fungsi yang unik, sama-sama memberi pelembab ke kulit kita dengan cara yang berbeda.
• Sebagai pengantar segala kebaikan rempah yang ada di pelembab nabati, pelembab Rainforest seperti juga pelembab alami misal dari perawatan kecantikan Aryuveda, sam-sama menyertakan infused rempah dan kami tambah dengan essential oil untuk memberi manfaat terbaik bagi kulit. Carrier oil yang kami pilih adalah yang paling kecil molekulnya agar selain mengurangi potensi breakout, tapi utamanya akan mengantar manfaat pelembab dari rempah ke dalam pori-pori kulit.
• Detoksifikasi kulit: Minyak nabati, terutama yang mengandung rempah, memiliki manfaat tambahan yaitu membantu mendetoxifikasi kulit, mengeluarkan pollutan dari kulit termasuk mempercepat proses detoxnya. Yang kadang suka serem kalau pakai produk yang salah atau dosisnya terlalu banyak, benar kan😉

Mungkin teman-teman sudah pada paham dengan ukuran molekul minyak nabati yang mana-mana saja yang termasuk besar dan sulit terserap oleh kulit atau bahkan bikin breakout? Produk Rainforest terutama Secret Garden hanya menggunakan minyak nabati yang molekulnya terkecil agar bisa lebih memberi manfaat dan bisa mempermudah pengguna untuk beradaptasi, terutama untuk yang kulitnya lebih sensitive dengan breakout. Seperti Jojoba oil, Sea bucktorn oil, grapeseed oil, dll.

Apa yang perlu kita lakukan sebelum memberi pelembab kulit?
Pastikan kulit sudah siap  Caranya? Pastikan bersihkan, sesekali di ekfoliasi, pakai masker yang lembut dan jangan lupa pemberian toner (baca artikel sebelumnya). Kalau ada yang ingat rutinitas saya untuk menjaga kulit tetap sehat dan cantik? Kalau Anda tidak ingin seekstrem saya, dengan mengeksfoliasi setiap hari, mendetox kulit setiap hari, cara minimalis satu ini mungkin lebih cocok dengan Anda.

Berikut ini adalah tambahan rutinitas dan bahan yang baik untuk Anda gunakan bersama dengan penggunaan produk Alami, dan mempersiapkan kulit untuk diberi pelembab.
Bahan Yang digunakan adalah:
Madu asli yang tidak melalui proses pemanasan + buah dan lempung. Madu sangat baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit, diantaranya berfungsi sebagai pelembab kulit bahkan membuka pori-pori untuk dibersihkan. Meredakan inflamasi dan Seperti minyak nabati juga, madu memberi makan teman-teman bakteri yang menguntungkan yang ada di kulit kita dan membunuh bakteri yang merugikan. Ditambah dengan rempah yang baik untuk membersihkan kulit, mengandung vitamin C, seperti goji beri, kunyit, plus pastikan ada lempung di masker yang Anda buat, untuk membantu menarik pollutant dari pori-pori kulit, kulit siap untuk mendapatkan manfaat terbaik dari perawatan yang kalian beri sehari-hari, tentunya dengan skin care yang alami juga. Saya biasanya memakai masker seperti ini dengan campuran buah berganti-ganti. Hasilnya kulit jadi lebih indah, sehat, lembab, juga halus.

Untuk yang ingin tahu ritual saya menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, tunggu tulisan selanjutnya ya..

Tapi, untuk teman-teman member GMN, pasti sudah tau caranya, dan untuk yang belum, silahkan download filenya di GMN group ya..😉

Green Mommy