Kita nggak usah kaget karena tahu, tentang kenyataan bahwa sabun sebagai pembersih kulit terutama kulit wajah kemungkinan besar bukan pembersih yang paling baik.

Pada tahu kan, kalau sabun itu belum lama hadir dibumi ini. Nah bagaimana cara manusia sebelum adanya sabun membersihkan wajahnya? Sejak ribuan tahun, manusia membersihkan kulitnya dengan minyak nabati.

Awal Mula Adanya Sabun
Tercatat bahwa penggunaan sabun pertama kali oleh manusia adalah oleh bangsa Romawi Kuno. Tapi pada jaman ini, adanya sabun adalah sabun alami. Namun seiring waktu, di jaman modern saat ini, bahan sabun tidak sesederhana itu. Sekarang sabun komersial rata-rata mengandung bahan saponifikasi sintetis, pengemulsi dan parfum termasuk pengawet sintetis.

Selain sabun-sabun yang tidak alami itu sangat berpotensi berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan hidup, semua sabun termasuk sabun alami, bisa menggangu ekosistem yang ada di permukaan kulit kita.

Apa saja dampak penggunaan sabun ke kulit kita, terutama ke kulit wajah kita?
1. Membunuh microba menguntungkan yang hidup di kulit kita/menghancurkan ekosistem kulit.
2. Menghilangkan minyak alami kulit
3. Karena hilangnya minyak alami kulit kita, kompensasinya adalah kita butuh pelembab, tetapi dilemanya adalah, penggunaan pelembab terutama pelembab berbahan kimia sintetis yang kandungan terbanyaknya adalah air, hanya akan membuat kulit menjadi lembab dipermukaan saja, sesaat secara instant, kulit akan terasa lembab, tidak berminyak, hal ini disebabkan oleh efek air (bayangkan dan rasakan, apa sensasi setelah kulit dibasahi dengan air) tanpa bisa melembabkan jauh ke dalam kulit dan tidak membantu produksi minyak alami kulit sesuai fungsi kulit secara alami. Karenanya, ketika kita tidak memakai pelembab, kulit kita terasa kering dan tidak nyaman (ini bukti bahwa pelembab Anda tidak bekerja maksimal, rasanya juga sama dengan jika air ditubuh kita hilang).

Namun, Sabun juga bisa kita gunakan lho.. Tapi dengan cara yang lebih bijaksana ^_^

Salah satunya adalah dengan cara yang diajarkan oleh Green Mommy 4 tahun yang lalu, masih ingat? Coba diingat dulu ya.. sekarang kita bahas masalah lainnya dulu.

Sabun bisa menyebabkan masalah kulit yang lebih parah!

Apa teman-teman tahu kalau microba itu hidup dimana-mana di tubuh kita. Baik di permukaan kulit juga di dalam tubuh kita. Pada bagian luar kulit kita yang memproduksi minyak alami kulit disebut Sebum. Nah sebum ini fungsinya melembutkan, melubrikasi dan melindungi kulit serta mencegahnya dari kekeringan dan penuaan dini.

Selain itu, sebum ini memberi makan bakteri menguntungkan yang hidup dikulit kita, juga membantu menyehatkan sistem kekebalan asam lemak kulit, yang melindungi kulit juga mekanisme alaminya untuk membersihkan kulit.

Bagaimana dengan sabun alami dengan busa yang tidak banyak?
Dasar pembuatan sabun alami adalah campuran minyak nabati/lemak dengan air. Tapi tidak semua sabun alami dibuat sama. Sabun dengan minyak nabati yang berkualitas tinggi dan mengandung infused rempah dan essential oil dengan busa yang sedikit, memiliki manfaat yang sama dengan sebum alami kita. Sabun-sabun tersebut bisa membersihkan kulit sekaligus melembabkannya.

Bagaimana dengan minyak sebagai pembersih kulit?
1. Pembersih dari Minyak nabati, melembabkan hingga ke bagian dalam kulit, coba bandingkan dengan sabun, yang malah akan mengeringkan kulit.
2. Minyak nabati menjadi makanan bagi microba yang ada di kulit kita, terutama microba yang menguntungkan.
3. Minyak nabati mengandung saponifikasi atau efek detergent/pembersih tanpa efek mengeringkan ataupun menggangu keseimbangan microba yang hidup di kulit kita.
4. Minyak nabati, mampu membersihkan dan menarik toxin, kotoran dari dalam pori-pori kulit.
5. Minyak nabati membantu kesehatan sistem kekebalan tubuh, terhadap microba yang tidak menguntungkan.

Saran saya: Kurangi pemakaian sabun dan maksimalkan pemakaian minyak nabati sebagai pembersih wajah dan kulit tubuh. Penggunaan Minyakpun bisa berfungsi ganda yaitu sebagai pembersihd dan pelembab all in one.

Ritual saya untuk mendapatkan manfaat pembersih dan pelembab kulit all in one untuk tubuh biasanya pada waktu mandi, dengan cara mencampurnya, jadinya kulit terasa sangat lembut dan lembab setelah mandi sehingga jarang lagi membutuhkan pelembab extra. Atau saya langsung pakai produk dengan manfaat yang sama di Cream Body Wash-Lulur.

Berikut saya ini step by step cara membersihkan kulit ala saya:
1. Jika memakai sabun, sebelum mandi, saya melakukan dry brush dengan lymph oil untuk manfaat kesehatan kulit dan lymphatic. Sesudahnya saya tambahkan minyak di air mandi dan mandi dengan air hangat. Jika pakai Cream Body Wash, saya biarkan dulu selama beberapa menit. Setelahnya tubuh saya gosok lembut dengan loofah atau kain muslin untuk efek eksfoliasi lembut. Minyak sangat bagus untuk membantu meluruhkan kotoran kulit.
2. Sesudahnya tubuh saya sabuni dengan sabun yang memiliki busa sedikit yang cocok dengan kulit saya seminimal mungkin atau jika saya sedang bershampoo, saya pakai busa dikepala untuk seluruh tubuh.
3. Ketika selesai menggunakan sabun, bilas tubuh dan lap dengan lap basah yang ditetesi minyak nabati untuk menarik residu kotoran yang tersisa dan melembabkan kulit tanpa terasa berminyak, karena air yang ada akan membuat minyak terdistribusikan lebih baik ke permukaan kulit tanpa terasa berminyak.
4. Tips lainnya jika saya mandi sama sekali tanpa sabun (hanya memakai minyak). Pertama saya tetesi minyak ke air hangat untuk mandi, kemudian saya basahi tubuh, setelahnya tubuh saya lap/ekfoliasi dengan lap basah yang saya tetesi minyak juga. Kemudian bilas tubuh.
5. Tips jika memakai Cream Body Wash. Di tubuh yang kering, pakai cream body wash, diamkan selama beberapa menit, kemudian scrub tubuh dengan loofah/kain sambil membersihkan cream body wash. Setelahnya bilas tubuh dengan air.
Rasakan hasilnya, kulit Anda akan terasa lembab sepanjang hari, meski tanpa pelembab extra.

Silahkan pakai pelembab tambahan sepanjang hari jika kulit Anda termasuk kulit yang sangat kering atau dimusim kering/dingin.
Tambahannya lagi.. lihat hasilnya.. kulit jadi lebih kencang, lebih awet muda, karena sehatnya ^_^

Green Mommy

Referensi:
1. The skin microbiome.Grice EA1, Segre JA.
2. http://www.soaphistory.net
3. The skin barrier as an innate immune element, Peter M. Elias
4. An analysis of sebum excretion rate, bacterial population and the production rate of free fatty acids on human skin,J.H. COVE1,K. T. HOLLAND1 and W.J.CUNLIFFE2