Di Malang tiap hari terus menerus diguyur hujan, saya jadi ngebayangin, susahnya petani, yg sayur mayur dan hasil buminya jadi agak sulit dijual, karena hasilnya ngk secantik ketika tidak musim hujan. Tau keseharian mereka pergi ke ladang jam 6 pagi, pulang dipetang hari, harus naik turun gunung, untuk merawat tanaman, melewati jalan setapak yang licin, yang meski saya pake boots anti selip sekalipun bisa selip, apalagi mereka yg bertelanjang kaki, dan hasil buminya dihargai sangat murah.

Apa jadinya kita tanpa mereka?
Apa uang kita akan ada harganya kalau mereka dikit aja malas untuk berladang?
apa jadinya kita kalau mereka jadi berubah pikiran, kalau hidup sustainable untuk mereka dan keluarga atau untuk lingkup desa mereka saja sudah cukup?

What us the city citizen will do?
What will you do?

yuk lakukan sesuatu yang nyata tuk sustainability. Its not just about the earth getting older only
(we know that), it’s about us to live in this earth wiser and stop mistreating everything around us.
petani gunung
ps: sedih, tau harga ketela dari ladang cuma seribu perak sekilo, udah gitu mereka mikulnya harus jalan naik turun bukit paling tidak sampe 2-3 km (saya tau sendiri soalnya mereka berladang disekitar tanah kami).
tambah sedih lagi karena tahu, kita masyarakat perkotaan seperti pesta tanpa ada hentinya.

We’re disconnected from our nature. We think we can survive and other people will deal with whatever we need to be provided anytime, any season. We are doomed if just the food source will be scarce. Just if the farmers will get tired.

Aren’t we afraid,for them loving a simple life, for whatever they get to be living not in hunger, to have roof to protect from the rain n sun and with little basic needs they are satisfy already, that they can bailed out and stop to produce more? stop to grow more?