Sharing pengalaman tentang transformasi pilihan makanan ke makanan sehat yang masuk pertama ini berasal dari Mom Ade Yuliawati yang juga kebetulan adalah DEx GMS Bekasi.

Sensasi Rasa Makanan Padang

Anda gemar makan masakan Padang? Belum sip rasanya jika belum pernah makan langsung di kota Padang.. Betul apa betul..?!

Itulah ucapan seorang rekan saya yang urang Minang, saat dulu saya pernah keranjingan makan di warung Padang.

Masakan Padang menjadi makanan yang saya gemari karena kekhasan rasanya dan rumah makannya yang sangat mudah dijumpai.

Tiap pulang kerja atau sepulang kuliah, makanan yang paling mudah didapat ya masakan Padang ini.
Menurut saya, rumah makan masakan Padang yang terenak yang pernah saya makan yakni RM Padang di Jatinegara, dekat stasiun, ramai pengunjung dan banyak karyawannya, so harganya pun agak lumayan, lumayan di atas rata-rata.. Begitulah setiap kali perjalanan, saya cenderung memilih masakan Padang sebagai menu makanan.

Ketika saya berkesempatan mengajar di Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang, salah satu yang membuat saya penasaran adalah makanan asli Minang ini, inilah saatnya membuktikan perkataan rekan saya untuk memuaskan makan masakan Padang..

Masakan Padang yang terkenal dengan kolaborasi rempah dan santannya, ternyata memiliki rasa yang jauh berbeda antara Masakan di Padang dan di Jawa. Masakan Padang di Jawa yang saya gemari tidak begitu dengan masakan Padang di kota aslinya, bukan karena tidak enak, hanya tidak pas dilidah saya. Bumbunya yang terlalu kuat aroma dan rasanya dengan santan yang sangat kental membuat saya agak jijik melihatnya (ups..), belum lagi dengan menu andalan baladonya, pedas nyoo.. saya jadi agak kapok memakannya.. Disetiap saya makan saya selalu muntah karena kentalnya santal dan rasanya yang “terlalu” itu, benar lho setiap makan saya mual-muntah.. hiks.. jadilah setiap makan saya cuci dulu telur baladonya, saya cuci dulu ikan billis baladonya, juga rendangnya dengan air hangat agar rasa pedas, rempah dan santannya hilang..😀

rumah-gadang-padang-serunai-alam-650x513

Dan untungnya daerah Padang Panjang merupakan daerah bukit yang kaya sayur mayur, jadilah pulang mengajar saya sempatkan ke pasar untuk membeli sayur.. Wow belanja sayur di Padang Panjang sangat mengasyikan, selada, wortel, timun, jagung manis, tomat, dll sangat menggugah selera, semuanya segar-segar karena langsung dari kebun.. Saya sering jadi bahan tertawaan pak satpam dan guru-guru lain karena sering memborong sayur dan mungkin hanya saya saja guru yang belanja sayur ke pasar, karena untuk konsumsi semua penghuni Pesantren sudah disediakan, jadi tinggal ambil dan makan yang dilayani sama etek-etek nya yang ramah.. Karena di asrama tidak disediakan tempat untuk memasak, ditambah dengan tidak adanya waktu untuk memasak, saya pun membeli sayur yang biasa saya makan mentah,..

sayuran organik

Di Padang Panjang ini juga banyak perkebunan organik dan bisa membeli sayur langsung dari petani dengan harga murmer, jadilah setiap akhir pekan saya berburu sayur dari petani, dan enaknya lagi karena suhu udara di Padang Panjang ini sangat – sangat dingin, sayuran bisa awet lama tanpa harus masuk kulkas.. Bayangkan kalo di pagi hari dengan kabut tebal dan jaket tebal berbulu jadi fashion tersendiri di pesantren, serasa di Negeri bersalju, minggu pertama saya dilanda flu berat karena cuaca ini, biar gak kedinginan maka aktifitas fisik dipagi hari menjadi aktifitas wajib walaupun hanya sekedar jalan pagi..😀

Enam bulan di Padang panjang secara tak langsung mengubah pola makan saya dan gaya hidup sehat saya, pola makan yang sembarangan seperti kebanyakan gaya hidup metropolitan sedikit-sedikit mulai tergantikan, saya kembali terbiasa makan sayur mentah, olahraga rutin dan untuk stamina saya jadi rajin minum madu..

Terus terang saya jatuh cinta sama Padang panjang, tapi saya mempunyai amanah lain dan harus meninggalkan semua kenangan indah disana.. Amboi, bilo ambo ka sinan lai yo? ^_^

Lomba cerita transformasi ke makanan sehat

Nah untuk teman-teman yang ingin berpartisipasi (bonusnya yang super gede nih, adalah, teman-teman lainnya menjadi termotivasi untuk berubah ke mengkonsumsi makanan yang sehat) sipp banget kan..🙂

Ikutannya gampang banget, silahkan email ceritanya ke tanyagreenmommy@gmail.comKami tunggu hingga 30 November 2013 ^_^

Sedikit sharing cerita dari Anda pasti akan membuat orang lain kecipratan kebaikannya

From Saturday Table

Deasi

PS: lagi siap-siap mo bikin coconut kefir drink😉 n put it in the fridge! slurrrppp… jadi minuman berkarbonasi versi sehat deh..ting..ting..!