Cerita ini adalah Seri Cerita Hijau dari sahabat wanita Green Mommy dalam rangkaian program “Jadikan Cerita Hijaumu Menginsipirasi Orang Lain” yang tidak saja menginspirasi tetapi juga memberdayakan wanita Indonesia menuju keberlanjutan. Kali ini cerita dikirim oleh Bunda Opi Cempaka, Member Green Mommy Network dari Pekanbaru. Bunda satu ini membagi cerita perjalanan mulai dari AHA moment untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan yang berasal dari sayur-mayur, hingga ke Do It Youself project “DIY” mulai dari bercocok tanam di pekarangan rumah hingga, membuat produk kebutuhan rumah tangga sendiri seperti sabun dan pembersih lainnya. Cerita-cerita lainnya dari mom Opi bisa dibaca di bloqnya: http://noonauntukcinta.blogspot.com/

Jika bertanya kapan kesadaran untuk lebih hijau muncul, saya sendiri tidak terlalu yakin. Karena kesadaran itu muncul satu-satu dari kehidupan. Dari sisi makanan saya berubah menjadi lebih hijau ketika persiapan untuk hamil. saya tidak suka sayur di masa remaja saya bahkan hingga saya kuliah. buku Miracle Of Enzyme adalah buku yang menggugah kesadaran saya terhadap makanan, setelah saya membaca buku itu saya mulai memasukkan lebih banyak sayuran ke dalam piring saya meskipun saya nggak suka, yang saya katakan kepada diri saya adalah “saya butuh sayur”. Yang terjadi di awal bukanlah masalah suka-tidak suka, tetapi masalah butuh, makan yang penting masuk tidak terlalu menikmati. Tapi “tresno jalaran seko kulina” atau “suka karena biasanya” kini saya lebih bisa menikmati sayur, meskipun masih belum bisa bersahabat dengan pare dan kawan-kawan pahitnya😛.
Peningkatan konsumsi sayurpun disusul oleh peningkatan konsumsi buah, terutama diawal masa kehamilan dimana buah adalah makanan yang paling mudah dikonsumsi tanpa kerja keras, menurun pasca melahirkan dan ASIX Teteh dan meningkat lagi ketika Teteh memulai MPASI dengan buah. Beberapa minggu yang lalu saya memulai untuk berkebun dalam pot untuk memenuhi kebutuhan sayur organik karena membeli sayur organik di Pekanbaru mengharuskan saya merogoh dompet terlalu dalam. Sekaligus untuk sarana latihan penerapan permakultur ketika nanti sudah memiliki kebun yang lebih luas.

Dari sisi kosmetik dan produk kebersihan, perjalanan hijau saya dimulai ketika bertemu dengan artikel tentang caveman regimen sekitar tiga tahun yang lalu. Pengalaman itu menyadarkan bahwa iklan-iklan yang ada di sekitar kita hanyalah propaganda yang membuat kita insecure dengan keadaan kita sebenarnya.

Ketika melepaskan sabun, pelembab, sunblock, bedak dll, saya meminta ijin kepada suami saya yang kurang lebih “bolehkan ade melepaskan semua perawatan wajah, dan mungkin kulit wajah ade akan lebih gelap oleh sinar matahari”.
Ketika suami setuju, maka menganggurlah semua produk yang sebelumnya saya membersamai saya. Saya bukan pekerja yang mengharuskan ber-make-up ke kantor, dan caveman regimen itu cocok untuk saya yang pemalas😛. Cukup mencuci muka ketika berwudu dan mandi dengan air. Hasilnya? White head yang sebelumnya selalu membuat saya berkaca lama-lama berkurang dengan signifikan. Ada masa-masa ketika tiba-tiba ingin mengoleskan sesuatu ke wajah, dan bila itu saya turuti white head dan komedo kecil langsung muncul.

Antara ingin berdandan dan keengganan saya berurusan dengan white head akhirnya saya mencari alternatif produk alami untuk perawatan tubuh terutama muka. Awalnya saya merasa cukup dengan mengoleskan minyak ke wajah, tapi ketika saya harus bolak-balik kantor-Penitipan Anak di siang hari ketika matahari bersinar dengan sangat terang saya merasa membutuhkan sunblock.
Setelah berselancar di dunia maya dan memanfaatkan google akhirnya saya bertemu dengan Safe Sunscreen Balm Green Mommy Shop. Bergabung dengan GMS saya mengetahui tentang Program Bee Green Mommy, sebuah keinginan besar muncul untuk mengikuti program tersebut, mampu membuat sendiri barang-barang yang selama ini difikir hanya bisa diproduksi oleh pabrik siapa yang g mupeng? Tapi ketika prioritas dana kami tidak bisa dialokasikan ke sana, saya memanfaatkan salah satu kelebihan saya yaitu KEPO! Selalu mencari tahu apa yang mengusik pikiran sampai rasa ingin tahu terjawab. Saya mulai mencari “Green Do It Yourself Project”, mencari resep sederhana untuk memenuhi kebutuhan essensial and I did it!

ada beberapa proyek yang masih ingin saya lakukan salah satu di antaranya adalah belajar tentang pemanfaatan sampah dengan metode takakura maupun indoor composting untuk melengkapi garbage enzyme cleaner.  Perjalanan masih panjang, banyak hal yang masih harus dipelajari, banyak hal yang dilakukan. Dengan langkah-langkah kecil tersebut, semoga mampu membawa kami ke arah kehidupan yang lebih baik.

enzyme cleaner
Homemade Enzyme Cleaner
Membuat sabun sendiri
Sabun Batangan
sabun batangan handmade
Sabun Batangan
Berkebun di Pekarangan Rumah
Kebun Kecil

***************

Nah teman-teman wanitaku..yuk ikutan sharing cerita hijau Anda, bersama kita saling menginspirasi teman-teman wanita Indonesia lainnya, agar hidup kita menjadi berkelanjutan/sustainable dengan usaha dari rumah.

Untuk info ikutan cerita hijau (ada hadiahnya lho..yaitu berlibur di Eco Village Green Family), silahkan klik di link ini: https://greenmommyshop.wordpress.com/2013/05/02/lomba-menulis-cerita-perjalanan-hijauku/

Sampai ketemu di cerita-cerita lainnya..

Saya tunggu cerita Anda

Deasi

ps: Relearning and rewriting the script of my life ;-)