Update belajar Permakultur dari bunda Hanifah.

Saya tdk lagi membuat bedengan dengan cara mencangkul tanah seperti dulu, tapi saya buat raised bed dari kayu. Bawahnya saya tumpuk gulma/rumput yang sudah mulai mengering hasil membersihkan lahan seminggu sebelumnya. Tapi yang di bawah raised bed tidak saya siangi rumputnya. Lalu di antara raised bed saya buat parit supaya kalo hujan air tertampung atau menampung air siraman. Ini mengatasi udara panas di sini mencapai 45 derajat mulai dari jam 11 siang hingga jam 3 sore. Sebelumnya gak ada parit ini saya harus nyiram sayuran saya 2 kali sehari, kalo gak mau tanaman layu. Saya siram banyak malah becek dan air tergenang di mana-man. Di luar raised bed saya tanami tanaman hias kacangan (berumbi kaya kacang tanah tapi berbunga kuning cantik merambat di tanah seperti rumput).. Kacang-kacangan kan penyubur tanah. Sebelum ini seluruh lahan saya penuhkan dengan sayuran aja. Ada 6 raised bed nya. Tapi baru selesai  5. Masing-masing saya tanami: Raised bed 1: kol+bawang putih. Raised bed 2: pak choy white. Raised bed 3: tomat lokal+terung aubergine. Raised bed 4: bayam merah+bayam hijau (baru tabur). Raised bed 5: sawi. Tapi mau saya ganti dengan kacang tanah aja (karena sudah ada pakchoy ). Raised bed 6: rencananya mau saya tanami bawang merah. Kalo tanaman selada saya selipkan di antara tomat gak papa yah? Daripada rumput yang tumbuh menjelang tomat besar. Yang gak keliatan di pinggir saya tanami gambas dan kacang panjang. Dan di pojoknya ada katuk..benarkah rancangan saya? Bagian mana yang harus diperbaiki atau ditambah?

belajar permakultur hanifahpermaculture2