Cerita Kita adalah Seri Cerita Hijau dari sahabat wanita Green Mommy dalam rangkaian program “Jadikan Cerita Hijaumu Menginsipirasi Orang Lain” yang tidak saja menginspirasi tetapi juga memberdayakan wanita Indonesia menuju keberlanjutan. Kali ini cerita dikirim oleh Ade Yulia, Member Green Mommy Network dari Bekasi. Bunda satu ini membagi cerita bercocok tanam dilahan sempit rumah. Yuk baca cerita lengkap dari bunda Ade Yulia. Bunda satu ini juga suka berbagi serba-serbi kehidupan yang lebih alami di bloqnya: http://adeyuliawati.blogspot.com/

Melihat rumah dengan lahan kosong yang luas kadang terbersit rasa iri, seandainya saya punya tanah luas pasti sudah saya tanamin berbagai macam buah, sayur, dan  kolam ikan. Tapi seperti yang sering didengungkan para promotor berkebun dirumah, jangan jadikan lahan sempit sebagai alasan untuk tidak berkebun. It’s right!

Lalu kenapa mesti berkebun segala? kan tukang sayur banyak, tukang buah banyak, lahan dikota sempit, gak ada waktu, dll. Ingin tahu alasan saya? Pertama saya suka sekali suasana hijau, seperti ketika hiking dengan pemandangan yang menyegarkan mata, hati dan pikiran saya, dan saya pun ingin suasana tersebut ada dirumah saya, punya kebun yang asri, udara segar, pasti hati kita damai. Yang kedua, jika kita dengar yang berbau hijau pasti tak jauh dari go green. yupz, dengan berkebun kita mengurangi pemanasan global lho, kita tak perlu lagi ke pasar tuk beli sayur/buah yang mana pasti kita menyumbang jumlah karbondioksida dengan kendaraan yang kita pakai, pastinya lebih hemat waktu dan fresh. kita bisa menanam tanaman organik dirumah kita, so lebih sehat dan murah (dipasar sayur dan buah organik mahal lho!).. Dan yang ketiga, mengembalikan kejayaan petani Indonesia (Lho kok?!) siapa tahu dengan memulai dari kebun rumah yang sempit kita bisa menjadi petani profesional.. Iya gak?! Dan yang terakhir, saya ingin tetangga-tetangga saya merasakan hasil dari kebun saya, walaupun sedikit tapi kebaikan itu nilainya gak sedikit.. Bismillah!

Nah, disini saya akan bercerita tentang aktifitas berkebun saya selama 2 bulan ini, baru sedikit yang saya mulai, tapi semoga ini menjadi awal yang baik untuk bisa memanfaatkan lahan yang sempit.

Awal cerita, 2 minggu yang lalu saya mengantarkan suami ke sebuah toko untuk mencari brankas buku tempat menyimpan LM. Sementara suami mencari brankas, kurang greget rasanya jika saya tidak juga mencari barang di toko tersebut yang bermanfaat bagi keasrian rumah kami. Akhirnya saya menemukan Sunflower Grow Kit, bibit bunga matahari yang sudah dilengkapi pot dan media tanamnya.

cara menyemai bibit matahari
Bibit Bunga Matahari

Kebetulan sekali, bisa sekaligus praktek permaculture di rumah! Dan suami pun mendukungnya (membelikan lebih tepatnya.. :)). Besar harapan grow kit tersebut bisa tumbuh cantik seperti pada gambar kemasannya, sehingga dapat dijadikan hiaasan di ruang tamu rumah kami.. hmm…
Dengan hati senang, saya mulai menanam dan menikmati prosesnya. Saking semangatnya, saya semai seluruh biji yang tersedia (10 buah) dalam 1 pot, dan tidak diatur jaraknya. Dan di hari kedua, biji bunga matahari tersebut mulai tumbuh berkembang sangat berdempetan. Saya pun menyiasatinya dengan memindahkan bunga yang baru tumbuh tadi ke pot lain. Akhirnya, karena belum kuat dan belum tiba waktunya untuk dipindahkan, bunga pun layu (seperti pada foto sebelah kiri). Alhamdulillah, saya bersyukur telah mendapatkan pelajaran penting mengenai cara menyemai bibit.

Ternyata berkebun itu tidak mudah ya, menyesal juga saya yang terlahir sebagai anak petani tak belajar banyak dari orang tua mengenai tanaman & bercocok tanam. Saya hanya ingat masa itu senang sekali bisa menikmati hasil panen berupa sayuran dan buah-buahan yang masih segar. Ada nikmat tersendiri, ketika makan bersama di sawah dengan lalap yang masih fresh sekali  (saya Sunda tulen). Bisa kebayang kan kalau sayurnya hasil tanam sendiri..

Tapi, InsyaAllah saya akan terus berusaha mencoba. Sekarang saya sudah mulai kembali dengan membeli benih sayuran dan perlengkapan berkebunnya, bibit sayuran, bunga, herb dan spices semuanya sudah disemai hari Minggu kemarin, dibantu oleh suami dan si kecil..🙂 Semoga kali ini berhasil..

Cara Menyemai Bibit
Cara Menyemai Bibit

Dan sebelumnya saya juga sudah menanam buah nanas lho..

Cara menanam nanas di pot
Cara menanam nanas

Berikut keterangan cara menanam buah nanas..

  1. Saya membeli nanas yang sudah berwarna kuning tua (matang), dan diantara daun dan buahnya terlihat ada akar-akar yang keluar.
  2. Lalu nanas di potong pas bagian daun dan buah. Pakai tangan pun bisa, bungkus daun dengan kain ya biar tangan gak teriris daunnya yang tajam, lalu tekan yang kuat seperti mematahkan kayu dengan tangan.
  3. Nah daun dan badan buahnya sudah terpisah..
  4. Simpan di toples yang sudah terisi air, air harus menyentuh pangkal daun nanas.. Saya jadikan daun nanas ini hiasan di dapur..
  5. Seminggu-2 minggu kemudian akarnya pun tumbuh segar..
  6. Selanjutnya tanam di pot..
  7. Nah, foto ini adalah tanaman nanas yang sudah berusia 2 bulan.. Sangat cantik menghiasi taman.. ^_^

*****

Nah teman-teman wanitaku..yuk ikutan sharing cerita hijau Anda, bersama kita saling menginspirasi teman-teman wanita Indonesia lainnya, agar hidup kita menjadi berkelanjutan/sustainable dengan usaha dari rumah.

Untuk info ikutan cerita hijau (ada hadiahnya lho..yaitu berlibur di Eco Village Green Family), silahkan klik di link ini: https://greenmommyshop.wordpress.com/2013/05/02/lomba-menulis-cerita-perjalanan-hijauku/

Sampai ketemu di cerita-cerita lainnya..

Saya tunggu cerita Anda

Deasi & Anny (the little toddler toto on my lap)