Alasan saya memilih tinggal di eco village:

Eco village bisa berada dimana saja, bisa dikota yg saat ini saya tinggali, bisa didesa manapun yg pernah saya tinggali, tetapi, dengan poin2 penting untuk menjadikan hidup saya dan keluarga utamanya bisa “aman” terlebih dahulu, tempat2 yg saat ini atau pernah saya tinggali atau kebanyakan daerah di Indonesia/belahan dunia manapun yg saat ini kita tinggali tidak mendukung pemenuhan kebutuhan saya untuk bisa hidup berkelanjutan jika dunia collapse.

Diantaranya:

1. Makanan kaitannya dengan dukungan sumber energi yg pasti suatu saat habis (sekarang sudah dalam kurva menurun) dan kehidupan manusia modern tidak bisa dilanjutkan jika hidup seperti saat ini, dan sumber energi yg dapat diperbaharui butuh waktu n biaya tuk bs mengganti sumber energi yg ada jk hrs menopang gaya hidup orang modern (impossible) apalagi sekarang cuma sedikit dari kita yg mulai bergerak (saya pesimis tapi realistis); saya ngk bisa makan kalau pasar ngk ada yg jualan lagi dan saya ngk bisa cari bahan makanan lain dari lahan sendiri krn sangat sempit, dan saya ngk bisa beli dari tetangga karena semuanya ngk ada yg bercocok tanam, kalaupun iya mungkin cuma 0.1% kalaupun didesa yg rata2 petani, krn mereka bertani monocrop, saya ngk akan bisa hidup sehat dari panenan yg mereka hasilkan dan lagi, cara bertani mereka tidak sustainable dan dari pengamatan saya, butuh waktu puluhan tahun untuk tipe orang indo kebanyakan tuk berubah menjadi sustainable, pesimis krn kita berbenturan dengan bisnis yg tidak support sustainable bisnis, mental manusia dan kepentingan politik, dll, yg semua ini bergantung pada sumber energi yg tidak bisa diperbaharui dan tanah sudah semakin tidak subur dan bergantung pada pupuk non alami, dllnya juga.

2. Masalah keamanan, mau dibilang dimana saja ngk aman, tapi jelas yg paling tidak aman adalah daerah padat penduduk (perkotaan), mental manusia disana, dan segala polemiknya, (di eco village dikondisikan dan pasti kita kenal baik satu sama lain n saling menjaga).

3. Kesehatan; tuk orang yg cuek, pasti mikir, nanti juga semua orang sakit, mati, itu bukan pilihan saya, saya ingin hidup dengan merasakan kesehatan yg prima, baik pikiran dan tubuh!, sepintar2nya saya tuk mengendalikan pikiran, tapi tubuh sy masih juga kena polusi meskipun saya bisa mengendalikan apa yg saya makan (ngk bisa juga dapat 100% organik dari hidup dikota/desa di Indonesia). saya percaya, saya bisa melakukan hal yg lebih untuk hidup saya jk saya sehat, saya akan punya lebih baik kejernihan mental/mental clarity  dan akses tuk menjaga kesehatan yg maksimal atau menghilangkan masalah kesehatan saya yg sudah ada tanpa menimbulkan masalah baru (natural medicine).

4. Rumah; rumah adalah istana, asli saya ngk pengen rumah tipikal dari konkret/semen, ngk sehat, rumah dari alam lebih sehat, dan saya juga butuh rumah yg tahan dengan perubahan iklim, misal 6thn lalu saya masuk ke Malang, rumah masih dingin, ventilasi dirumah2 malang, kecil2, dan tertutup, sekarang, semua pada mulai pake ac dan kipas angin ada ditiap2 kamar n mereka mulai rombak rumah, bikin jendela besar, dll. kalo earth bag/rumah alam lainnya, sangat menyesuaikan dengan kondisi alam, terutama earthbag .

5. Masa depan Anak-anak; saya ingin anak-anak saya memiliki hidup yg lebih bermakna, bermakna tidak cuma memberi manfaat bagi manusia tapi pengabdian kepada Pencipta. Saya perang batin terus, berada dikomunitas modern, yg tidak mendukung keinginan saya untuk hidup sebaik dan sebenar mungkin. menjadi orang yg baik tidak sama dengan menjadi orang yg benar. banyak kehidupan modern yg sangat bertentangan dengan nilai benar kepercayaan yg saya miliki (im a moslem). misal, adalah dosa untuk menyakiti diri sendiri, tapi saya menyakiti diri sendiri secara tidak langsung dengan memilih memakan makanan yg sudah jelas mengandung pencetus kanker atau bisa menyebabkan penyakit yg ada dibanyak makanan instant, ini contoh kecil saja.

6. Sumbangsih pada kemanusiaan: dengan keadaan krsisis global ini, kita sebagai manusia yg masih hidup harus berusaha mencari solusi yg nyata dan dilaksanakan, agar tidak mengkontribusi pada memburuknya masalah. Dengan semakin banyaknya Eco Village yg sustainable terbangun, semakin banyak pula berkurang tekanan pada krisis global dan semakin termotivasi pula masyakarat Indonesia untuk melakukan hal yang sama.

7. My Sanity : saya ingin hidup bahagia, berdampingan dengan orang2 yg bisa saling bersinergi dan saling support “real one!”, Hidup itu sejatinya tidak berpusat pada KONSUMERISME, saya ingin mengkondisikan lingkungan yg bisa bringing the best in me!

Kalau sekarang, saya cuma bisa mengontrol apa yg saya pikirkan dan apa yg masuk ke mulut saya, kalau di Eco Village, I can control more things in mylife, to life to the fullest!!!

Saya TIDAK MAU menunggu the world Collapse dan mengetahui saya tidak Siap karena saya lalai dan menganggap semuanya baik-baik saja..So Far So Good!! If I have to Die, Saya ingin meninggal dengan memiliki hidup sebentar tapi berarti dan benar ^_^

sorry kepanjangann sangat..

Yuk..bikin Eco Village ditempat anda masing2, atau bergabung di Eco Village Green Family kami..

Kami sedang mempersiapkan pembangunan Eco Village (tahap pembelian tanah Januari 2013). Buruan gabung ya..tanahnya terbatas…

tuk detailnya silahkan gabung ke group Eco Village Green Family, di link ini: http://www.facebook.com/groups/176717305806881/

atau hubungi saya langsung di gms@hadeyazah.org

yuk Bikin Indonesia Sustainable mulai dari pilihan REAL anda!!

Deasi