Senang jajan, beli snack dan segala macam minuman ‘sehat’ untuk keluarga? Baca yang ini dulu deh, mau tau, apa bisa ubah keputusan ladies untuk terus jajan dan jajan..

Produk penambah rasa, buatan manusia. Darimana sih asalnya? Ekstrak buah? Mungkin. Ekstrak sayur? Mungkin juga. Castoreum, ekstrak yang berasal dari kelenjar anal berang-berang, digunakan untuk membuat bahan perasa, rasa rasberry. Macam produk yang mengandung perasa ini termasuk es krim murah, jell-O, permen, minuman rasa buah, teh dan yoghurt.
*berang-berang???? Iya, hewan berbulu yang jago renang and punya dua gigi yang nongol itu lho…

Bahan perasa/penambah rasa ini kerjaan para kimiawan! Sebuah segmen tayangan 60 menit dalam “The Flavorists: Tweaking tastes and creating cravings,” Morley Safer memperkirakan, dalam industri triliunan dollar produk perasa makanan, para ilmuwannya menciptakan perasa alami dan buatan, yang membuat orang ‘ngiler’ dan terus membeli lagi.

Sebagai acuannya, Givaudan, sebuah perusahaan di Swiss, yang memperkerjakan hampir 9,000 orang di 45 negara, menyediakan segala macam rasa makanan yang mirip sekali dengan makanan aslinya. Perusahaan makanan tau benar bahwa rasa makanan yang enak akan menarik banyak konsumen. Jadi mereka menunjuk Givaudan untuk menciptakan bahan perasa yang orang-orang akan sukai supaya mereka akan membeli lagi dan lagi.

Seperti yang dinyatakan oleh Dr. David Kessler, mantan kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (Food and Drug Administration –FDA):
“Kita hidup dalam pesta makanan. Macam perasa yang ada benar-benar mengundang, berbagai makanan itu telah menjajah otak kita. Kita makan makanan berlemak-lemak, bergula dan lemak lagi dalam berbagai rasa. Pernahkah bertanya pada diri anda, ‘sebenarnya ini makanan atau bukan ya?”

Selain jus bokong berang-berang *idiiih! ada 7 lagi bahan perasa dan zat adiktif yang perlu ladies tau:

1.  Aspartame: Lebih dikenal dengan Nutrasweet dan Equal, aspartame dapat ditemukan pada makanan ber-label “diet” atau “sugar free.” Aspartame dipercaya bersifat meracuni dan dianggap sebagai penyebab reaksi berlawanan dibanding makanan lain, serta merupakan perpaduan antara zat adiktif makanan dan perasa makanan. Aspartame itu beracun dan dapat memicu kanker.

Ditemukan dalam: soda diet atau soda bebas gula, diet coke, coke zero, jello (dan makanan ber-gelatin lain), makanan penutup, permen karet bebas gula, (drink mixes–minuman campuran), alat-alat panggang, sereal, permen penyegar nafas, puding, kool-aid, es teh, vitamin kunyah, pasta gigi.

2. Estrogen: tau kah anda bahwa susu sapi mengandung bermacam hormon, karena industri ini perlu sapi ternak mereka untuk dapat terus diperah sepanjang tahun? Jadi ketika anda minum susu itu hormon tambahan juga terbawa.
Ditemukan dalam: seluruh produk susu dan dari susu non-organik.

3.  Sodium nitrate (sodium nitrite): sebagai bahan pengawet, pewarna dan perasa dalam bacon, daging babi, hot dog, corned beef, ikan asap dan makanan yang diproses lainnya. Walau sodium nitrate terdengar tak berbahaya, namun sebenarnya kadar racunnya tinggi ketika masuk dalam sistem pencernaan manusia.

Ditemukan pada berbagai macam daging dan makanan yang diproses, seperti diatas (hotdog, bacon, corned beef, dll).

4.  Bubuk bayam: memberi perasaan lega karena melihat bintik-bintik hijau layaknya snack sehat? Nyatanya bubuk bayam ini telah dikeringkan dan gizinya hilang.

Ditemukan dalam segala snack ‘sehat’ rasa sayuran.

5. TBHQ (butane): Tertiary Butylhydroquinone, atau TBHQ adalah pengawet kimia dalam bentuk butane. Berfungsi untuk menunda rusaknya makanan dan memperpanjang masa kadaluarsa. Bukan nugget ayam anda yang benar-benar segar, namun butane membuat nugget ayam anda ‘selalu segar’.

Ditemukan dalam: makanan beku, makanan dalam kemasan seperti keripik, sereal batang dan makanan cepat saji.

6. Trans fat/lemak trans: Trans fat berfungsi sebagai penunda masa kadaluarsa produk dan merupakan salah satu kandungan paling berbahaya yang anda konsumsi.

Ditemukan pada masakan gorengan siap saji dan makanan kaleng/yang diproses bersama margarin atau dalam minyak sayur yang dipanaskan sedikit. Lemak trans terbentuk karena proses yang disebut hydrogenasi.

Contoh produk pangannya: margarin, bermacam keripik, makanan yang dipanggang, makanan siap saji.

7. Vanillin (wood pulp—Buburnya): perasa vanila entah terbuat dari (petrochemiclas) atau berasal dari produk industri kertas. Ester of wood rosin berasal dari batang pohon pinus, terkandung dalam minuman soda rasa citrus/jeruk untuk menambah rasa jeruknya agar merata didalam kaleng.
Ditemukan juga dalam yogurt aneka rasa buatan, makanan yang dipanggang, permen dan minuman bersoda.

Lalu apa ya perbedaan perasa sintetis dengan perasa alami? Keduanya dibuat oleh kimiawan di dalam laboratorium dengan mencampurkan antara zat kimia “alami” atau zat kimia “sintetis” untuk menciptakan bermacam perasa makanan.

Perasa sintetis benar-benar buatan manusia, sedangkan perasa alami berasal dari bahan alami seperti buah-buahan, daging sapi, daging ayam, rempah-rempah, lalu diubah menjadi zat kimia adiktif.

Jangan sampai label “penambah rasa alami” membuat ladies merasa aman untuk membeli suatu produk. Justru itu adalah jaminan bahwa bahan alami tidak termasuk didalamnya.

Waduh! Udah berapa tahun ini badan konsumsi bahan kimia?? Betapa jahatnya ya industri makanan (walaupun nggak semua) + gilanya iklan!
From the kitchen with love, tugas emak-emak lagi. Semangat terus ladies!!

Sumber:
http://www.care2.com/causes/7-unexpected-ingredients-you-might-be-eating-for-lunch-today.html

By: Kreta Kei
Member Greenmommy Network Jakarta