Ungkapan “lebih besar pasak daripada tiang” pasti sudah akrab terdengar.
Ini yang terjadi pada persediaan sumber daya alam kita, rasa tanggung jawab saling memiliki sudah kebablasan. Manusia *baca KITA, sudah mengambil lebih dari yang dibutuhkan, modernisasi lagi-lagi sebabnya. Contohnya saja, industri kendaraan bermotor bersaing mengeluarkan produk yang dapat mencetak penjualan tertinggi, dampak penggunaan bensin yang luar biasa meningkat terjadi. Tentu saja harga minyak bumi melonjak karena persediaan lebih sedikit daripada permintaan. Akibat dari persediaan sumber daya alam yang terus menipis, sudah dirasakan dan harus dipikul bersama.

Manusia harus puasa dari segala kebiasaan yang mengancam keberlangsungan bumi ini! Manusia sudah mengeksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran! Seberapa besar penurunan konsumsi kita agar bumi mempunyai cukup waktu untuk pulih dan menyediakan sumber daya alam yang cukup bagi kita? *konsumsi pangan, bensin, air, listrik, kertas dan banyak lagi; semua berkaitan dengan sumber daya alam, ada siklus sebab-akibatnya. Kita tau bahwa minyak bumi dan sumber daya alam lain tidak terbentuk dalam waktu sekejap, butuh waktu berjuta-juta tahun! Apa kita hidup selama itu untuk dapat menikmati LAGI kelimpahan dari sumber-sumber daya alam itu, seperti masa lampau? Tentu tidak!

Porsi konsumsi manusia pada sumber daya alam untuk tahun 2012 saja, sudah habis ditanggal 22 Agustus 2012. Tahun lalu hal yang sama juga terjadi. Lalu apa yang terjadi dengan sisa 4 bulan kedepan?

Global Footprint Network (sebuah jaringan bidang permasalahan emisi gas buangan dunia) menjelaskan bahwa porsi konsumsi tahunan manusia dalam menggunakan sumber daya alam sudah habis terpakai sebelum waktunya. Jika tahun depan kita masih ingin menikmati pangan yang mencukupi, ada hal-hal yang harus dilakukan seperti mengurangi efek CO2 pada alam, mengurangi pengambilan hasil laut,  secukupnya mengambil nutrisi dari tanah (gunakan metode pertanian biodynamic/permakultur).

Dilihat kembali pada tahun 1992, porsi konsumsi manusia jatuh pada 21 Oktober. Artinya tahun ini kita masih mengkonsumsi lebih banyak dibanding tahun itu, mengambil 20% lebih banyak dari yang tersedia. Susu dan daging ternak diambil; persediaan beras dikosongkan; lalu mulai beralih ke makanan biji-bijian. Sejak itu, kita terus mempraktekkan ‘mengambil lebih dari yang tersedia’.

Beberapa tahun belakangan, porsi konsumsi dunia tahunan biasanya jatuh pada bulan September, dan sekarang maju ke bulan Agustus. Bagaimana mungkin segala sumber daya alam pulih jika kita terus mengambil lebih dari yang seharusnya. Tidak heran dengan populasi yang terus meningkat, berimbas pada terbaginya konsumsi per orangnya. Layaknya sebuah kue satu loyang, dibagi untuk 4 orang, lalu datang 10 orang. Bagian kue akan terbagi lebih kecil untuk tiap orangnya. Itu yang sekarang terjadi!

Jika berbicara tentang masalah ekonomi: Bagaimana jika sebuah negara terbelit hutang yang banyak? Pada akhirnya perekonomian negara tersebut akan ambruk, hancur berantakan, seperti yang terjadi di Yunani.

Bagaimana jika seluruh ekosistem di dunia hancur???? Semoga tidak akan terjadi. Mari hidup bertoleransi dan berselaras dengan alam. Kita tidak hidup sendiri, ada alam yang harus kita jaga bersama.

Kontribusi apa yang ladies dan keluarga lakukan demi kelangsungan hidup manusia dan bumi ini?. Warisan ini lebih dari sekedar jumlah nominal harta!

By: Kreta Kei
(Member Green Mommy Network Jakarta)

Sumber:
http://www.care2.com/causes/weve-already-used-up-earths-resources-for-2012.html