Setiap harinya kita menggunakan produk-produk yg kita anggap aman, sebenarnya produk perawatan tubuh,kosmetik bahkan produk perawatan rumah tangga tidak selalu aman dan produsen tidak selalu harus mengungkapkannya kepada pihak konsumen yang sangat tidak fair menurut saya.

Ditahun 1938, FDA (badan pengawas pangan dan obat-obatan Amerika), memberikan regulasi mandiri kepada industri kosmetik, sejak saat itu, kosmetik dijual tanpa pengawasan ketat dari pemerintah termasuk bahan2 apa saja yg ada dikosmetik tidak lagi dicek secara ketat. Kemudian industri kosmetik memutuskan jika kurang dari 50% hewan percobaan dilaboratoriun untuk mengetes kosmetik MATI, berarti kosmetik tersebut dikategorikan TIDAK BERACUN! jadi hingga saat ini jika 49% SAJA hewan percobaan MATI kosmetiknya udah DILABELIN TIDAK BERACUN?NON TOXIC.

Lebih dari 25RIBU senyawa kimia yang hingga saat ini dipergunakan diindustri kosmetik belum dites efek beracunnya untuk pemakaian jangka panjang. Bahkan EPA (agen perlindungan lingkungan) sudah menyimpulkan bahwa produk perawatan tubuh n rumah memperngaruhi hormon reproduksi dan perkembangan.

Sejatinya begini, semua yang berhubungan/kontak langsung dengan kulit kita akan terserap tubuh melalui aliran darah kemudia dibawa ke liver untuk di detoxsifikasi/dihilangkan racunnya. Kimia-kimia itu akan tertumpuk seiring waktu dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

Seperti Alkohol dan bahan pelarut lainnya membahayakan imun kulit kita, menghilangkan kelembabab, protein dan mengundang bakteri termasuk parasit untuk tumbuh berkembang lebih cepat lagi. Yang lebih parahnya semua hal diatas akan mempercepat proses penuaan dini (sisters n mommie ngk mau donk ya!). Sabun dan detergen juga menghilangkan lapisan perlindung kelembaban kulit kita dan mengurangi proteksi sistem kekebalan tubuh, kulit kita akhirnya menjadi kurang gizi/malnutrisi dan mempercepat penuaan.

Dibawah ini bahan-bahan yang sebaiknya dihindari dari produk perawatan kulit dan rumah tangga:

1. Alcohol, Isoprophyl (SD-40)

2. DEA (Diethanolamine), MEA (Monoethanilamine), TEA (Triethanolamine)

3. DMDM Hydantoin and Urea (Imidazolidinyl)

4. FD&C Color Pigments

5. Fragrances

6. Mineral Oil

7. Polyethyiene Glycol (PEG)

8. Propylene Glycol (PG) dan Butylene Glycol

9. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES)

10. Triclosan (ini paling banyak, ini sebenarnya sintetisnya “ANTIBAKTERIA” . Kalo di EPA ini tercatat sebagai PESTISIDA.

Kalau saya pribadi tidak memakai produk-produk yang ada bahan diatas tadi. Saya hanya memakai produk perawatan tubuh dan rumah tangga yang tidak beracun (sabun, kondisioner rambut, pasta gigi, body lotions, detergen, pencuci piring, obat pel, dll).

Saya sarankan untuk semuanya TOLONG Please…baca label produk sebelum membeli (meski kebanyakan produk tidak menuliskan label secara jujur 100%). Jika ada dana, mending deh produk yg agak mahalan dikit tapi bisa menjaga dan menyelamatkan kesehatan.

Sebaiknya lagi, bikin deh produk perawatan tubuh n rumah tangga sendiri. Asik lho,..(Green Mommy untuk pemakaian pribadi juga bikin sendiri termasuk sekarang sudah mengeluarkan GREEN MOMMY’S ECO-CARE PRODUCT (Earth Care-People Care) nama diganti menjadi Rainforest jadi lebih yakin aman karena tau persis satu persatu bahan yg digunakan, malah bisa buat bikin manjain diri deh🙂 )

Sebenarnya ngk usah make sabun ngk apa2 sih, Air itu udah media pembersih paling bagus, jadi hidup sehat n Green ngk harus mahal.

Kalau ingin daftar bahan kosmetik dan makanan mana yg bahaya n ngk, main sini deh http://www.aubrey-organics.com ini salah satu perusahaan kosmetik yang idealisme-nya ngk mau kompromi! disitu nanti ada buku gratis yang namanya Natural Ingridients Dictionary atau yg SUPER lengkap lagi silahkan baca-baca di http://www.ewg.org/skindeep/

Semoga bermanfaat ya….

Salam