Gerakan Memakai Kosmetik AlamiDI tengah isu lingkungan yang menyeruak, gerakan hijau menyentuh segala lapisan, termasuk kecantikan. Green cosmetics pun menjadi jalan baru tampil cantik alami dan ramah lingkungan. Kini, kemajuan tekonologi kosmetik telah berpadu dengan bahan alami. Namun, teknologi mutakhir yang diinjeksikan ke dalam kosmetik terkadang membawa hasil yang kontras.

Kandungan senyawa kimia yang semakin tinggi dalam kosmetik merujuk pada berbagai problem kulit. Kosmetik kini bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi memberi nutrisi pada kulit untuk membuatnya tampil lebih sempurna, sementara di sisi lain kandungan senyawa kimianya bisa memicu ketidakseimbangan hormon.

Bersamaan dengan gencarnya produk kosmetik yang menawarkan inovasi mutakhir, dunia menyerukan suatu langkah perubahan. Pemanasan global menjadi isu bersama dan memunculkan berbagai gerakan demi menyelamatkan lingkungan, termasuk di dunia kecantikan. Produk kosmetik dengan kandungan kimia tinggi dari pabrikan besar dianggap tidak ramah lingkungan. Hal itu karena proses pembuatannya mencemari alam.

Dari situlah lahir varian baru, green cosmetics, rangkaian kosmetik dan perawatan tubuh ramah lingkungan. Scientific Adviser Nu Skin Enterprises, Dr. Paul Alan Cox menuturkan, produk kosmetik yang ramah lingkungan bukan hanya terbuat dari bahan alami, pengerjaannya pun dilakukan tanpa membahayakan lingkungan.

Dr. Cox juga menjelaskan, terdapat dua macam green cosmetics, yakni kosmetika natural dan organik. “Kosmetik natural berarti tidak mengandung senyawa kimia di dalamnya, sementara kosmetik organik dibuat dari bahan-bahan alami yang dikembangbiakkan dalam standar organik,” jelas Dr. Cox.

Standar Organik

Dia menjelaskan, standar organik berarti tumbuhan yang digunakan sebagai bahan baku kosmetik tersebut tidak disemprot dengan pestisida maupun menggunakan pupuk kimia. Adapun produk natural masih menggunakan bahan kimia dalam dosis aman yang berfungsi meningkatkan performa kosmetik itu sendiri.

Kosmetik organik juga diklaim lebih berkhasiat daripada kosmetik natural karena mengandung antioksidan 40% lebih banyak. Kendati demikian, dibanding kosmetik dengan senyawa kimia tinggi, green cosmetics lebih cepat diserap tubuh karena sifat bahan-bahannya yang alami. Keuntungannya untuk wanita adalah mengurangi paparan bahan kimia pada kulit.

Berdasarkan fakta tersebut, wajar bila kaum wanita mulai beralih ke kosmetika “hijau” ini. Bahkan, sebuah perusahaan survei di Amerika menyebutkan, peminat produk kosmetik dan perawatan organik meningkat sebesar 37% di kalangan wanita berusia di bawah 35 tahun. Lalu, di manakah produk green cosmetics bisa ditemukan?

Bila Anda jeli melihat, produk-produk ini sebenarnya sudah ada di sekitar kita sejak lama. The Body Shop misalnya, bahkan tidak hanya menyediakan produk kosmetik ramah lingkungan, tapi juga memperluas gerakan hijaunya dengan melakukan berbagai kampanye yang berhubungan dengan lingkungan, seperti against animal testing, support community trade, maupun protect our planet.

Produk kosmetik hijau lainnya dikeluarkan Nu Skin lewat lini Epoch yang menggunakan bahan-bahan alami. Anda juga bisa memilih kosmetik dari Spiezia Organics, Organic Blue, dan Green People keluaran Inggris. Dari Amerika, Avalon Natural Products merupakan merek paling baru yang telah memperoleh sertifikat organik.

Kekayaan Alam

Regy Gie Ciu, Brand Manager The Face Shop (TFS) Indonesia, menyebutkan, dirunut dari sejarah, orang Asia sangat peduli dengan perawatan tubuh, khususnya wajah, dibandingkan Eropa yang concern dengan produk wewangian.

Karena itu, orang Asia lebih dulu menemukan bahan atau ramuan untuk menjaga kecantikan kulit. Tak heran, banyak label skin care yang bermunculan di Asia, termasuk Korea Selatan, asal label TFS. Mereka berkomitmen sebagai label mendunia yang selalu menggunakan bahan alamiah sebagai bahan dasar produk perawatan tubuh, perawatan wajah, wewangian juga tata rias.

“Tidak sekadar berorientasi bisnis, tapi ada misi khusus untuk manusia, untuk kecantikan itu sendiri. Di Indonesia adalah bagaimana orang kita mengekspresikan kecantikan dengan produk tepat, warna, dan harga pantas,” sebutnya.

TFS dikenal sebagai produsen produk kecantikan berbasis bahan alamiah asli dari Asia. Nah, di sanalah letak kekuatan mereka. Semua produk unggulannya menggunakan bahan dari buah, tumbuhan, biji-bijian, dan hasil laut. Satu yang paling terkenal adalah produk pembersih muka Brightening Rice yang mengandung ekstrak tanaman padi.

TFS sendiri banyak mengambil bahan dasar padi, ganggang, madu sumbawa, dan buah-buahan dari Indonesia. Regy pun setuju untuk mendapatkan “kanvas” baik, dibutuhkan kulit sehat. Jika sudah begitu, akan mudah mengaplikasikan make up dalam bentuk apa pun. Make up mudah menempel, warnanya blend dengan kulit.

“Jadi, mari mulai menggunakan produk perawatan wajah, kulit, dan make up berbahan alami. Tidak harus terpaku pada merek tertentu, bahan alami olahan dapur, resep nenek, dan ibu kita juga boleh,” ujar Regy Gie Ciu. (ftr/sdo/tin) http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=24&id=12715