Mungkin pilihan hidup yang lebih hijau adalah sesuatu yang unik dan menarik untuk menjadi pilihan gaya hidup anda. Faktanya tidak hanya sesederhana itu, karena juga akan berdampak pada kesehatan dan bumi ini. Saya rasa anda pasti sudah mendengar dan mengetahui fakta mengenai “Global Warming” atau di Indonesia diterjemahkan menjadi “Pemanasan Global”. Tetapi apakah anda tahu bahwa para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa permukaan rata-rata udara dan suhu laut telah naik 1.33 derajat Fahrenheit dalam kurun waktu 1905-2005? Panel Perubahan Iklim (IPCC) yakin bahwa perubahan ini adalah hasil dari meningkatnya tingkat gas rumah kaca (greenhouse gases) di atmosfir kita.

Dari mana sebenarnya gas rumah kaca itu berasal? Sebagian besar dihasilkan dari kegiatan kita para manusia seperti penggunaan listrik dan bahan bakar kendaraan bermotor. Kedua aktifitas ini membakar bahan bakar fosil dan mengeluarkan gas CO2. Selain berdampak pada perubahan iklim, efek rumah kaca juga mengkontaminasi/mencemari udara dan menyebabkan polusi yang menggangu kesehatan diseluruh dunia.

Siklusnya seperti ini: Ketika emisi naik ke atmosfir hal ini akan menyebabkan sesuatu yang kita sebut “Efek rumah kaca”, proses ini melibatkan menyerapan dan emisi radiasi infra merah oleh gas-gas yang ada di atmosfir. Jadi siklus ini memperangkap panas di atmosfir yang menyebabkan temperatur dilapisan bawah atmosfir dan permukaan bumi menjadi naik.

Sebenarnya kita sudah melihat perubahan yang hanya dengan naiknya 1 derajat Fahrenheit telah mencairkan es di kutub yang akhirnya meningkatkan pola cuaca seperti kekeringan, banjir, angin topan. Ditahun 2008 Es Markham yang telah berusia 4500 tahun cair dan pecah kemudian hanyut dari pulau Ellesmere di bagian utara Canada. Bongkahan es yang sebesar Kota Manhattan (di Amerika, silahkan lihat ukuran besarnya) sekarang terapung di Laut Arctic.

Jika kita tidak mulai melakukan perubahan yang berarti mulai detik ini juga untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi yang sudah rusak oleh ulah kita sendiri ini, IPCC memperkirakan bahwa pada akhir abad ke 21 suhu dipermukaan bumi akan naik 2 hingga 11.5 derajat Fahrenheit. Perubahan yang dramatis ini akan mengakibatkan dampak negatif yang sangat buruk, efeknya akan mempengaruhi bidang pertanian karena akan lebih banyak kekeringan, penyebaran penyakit dan punahnya berbagai macam jenis tumbuhan dan hewan. Menurut survei geologi Amerika, menipisnya es di kutub karena pemanasan global akan mengakibatkan berkurangnya populasi beruang kutub sebanyak 2/3 dari jumlah yang ada sekarang (prediksi untuk tahun 2050).

Seperti yang sudah anda baca diatas, bumi ini sangat butuh pertolongan anda. Bahkan langkah yang sangat mudah dan sederhana seperti hemat listrik, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor akan sangat-sangat membantu. Bayangkan jika setiap orang mampu melakukan beberapa perubahan saja, maka dampaknya akan sangat kuat untuk merubah keadaan dan nasib bumi ini.

Meskipun perubahan cuaca adalah penyebab utama dibalik pergerakan hijau (Green Movement) ini, ada hal lain yang juga sangat penting dan menjadi perhatian serius. Sumber daya alami yang tidak bisa diperbaharui seperti minyak dan gas alam yang berasal dari bahan bakar fosil. Suatu hari nanti, sumber daya ini tidak akan tersedia. Dilemanys, manusia saat ini sangat-sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk sumber energi dirumah kita juga untuk kendaraan bermotor yang kita pakai dan kebutuhan tersebut semakin meningkat tajam dari waktu ke waktu.

Kenyatannya ketersediaan sumber energi ini sangat mengkhawatirkan karena sebagian ilmuwan percaya bahwa puncak ketersediaan sumber energi ini sudah lewat. Hal ini terbukti dengan data produksi minyak dunia yang beberapa tahun terakhir ini menunjukkan kurva yang datar dan tidak ada peningkatan. Sekarang silahkan anda bertanya kepada diri sendiri. Apa jadinya manusia modern tanpa minyak? Apa jadinya bumi ini tanpa minyak? Apa jadinya anda tanpa minyak?

Apa yang akan kita lakukan tanpa minyak?
Saya rasa dampak hal itu tidak bisa terbayangkan, jika benar kesimpulan para ahli bahwa puncak ketersediaan minyak sudah lewat maka harga minyak akan meroket seiring dengan meroketnya semua harga komoditas mulai dari makanan hingga perlengkapan rumah. Banyak ahli yang meramalkan kondisi ini akan berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan, kelaparan bahkan perang. Akhirnya semua kembali kepada kita manusia. Hanya usaha kita untuk hidup lebih hijau dan melestarikan apa yang tersisa termasuk mencari solusi hijau dengan kecanggihan teknologi yang kita miliki, mungkin semua masalah akan bisa teratasi.

Saat ini semakin banyak pihak yang berubah untuk hidup lebih hijau, baik pribadi dengan membeli produk-produk organic, mengganti lampu biasa dengan lampu hemat energi (CFLs/ compact flurescent lamps) atau bahkan dengan memilih mengendarai kendaraan jenis hybrid. Pemerintah dibeberapa negara secara aktif juga sudah memulai mengantisipasi masalah ini. Seperti di Amerika Serikat, dibeberapa kota, pemerintahnya mensubsidi atau bahkan memberikan diskon dan bonus untuk mereka yang memilih membangun rumah yang hemat energi/memakai energi yang bisa diperbaharui. Beberapa perusahaan besar dunia juga mulai berbenah diri dengan memakai energi yang bisa diperbaharui.

Apakah Anda sudah cukup terinspirasi dan termotivasi untuk bertindak lebih hijau?