Sebelumnya saya akan sharing dulu mengenai arti dari Raw Food. Sesimpel terjemahan kamusnya, Raw Food adalah makanan mentah dalam artian makanan yang tidak dimasak lebih dari 118 derajat Fahranheit (baik itu digoreng, direbus, microwave, dipanggang, dibakar atau dengan cara pemanasan lainnya) termasuk tidak diproses dengan cara tertentu. Raw Food yang akan saya bicarakan disini adalah hanya mencakup tanaman baik itu sayur, buah, kacang dan biji-bijian.

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai Raw Food, saya akan membahas fakta mengenai lawan kata Raw Food (makanan mentah) yaitu Cooked Food (makanan yang dimasak).

Kita semua tahu bahwa sudah menjadi kebenaran umum dimana Makanan yang dimasak dan diproses sangatlah jelas kemampuannya dalam hal mempertahankan dan menjaga keberlangsungan hidup manusia.

Tetapi hal diatas hanya bisa terjadi pada orang yang mempunyai genetika yang sangat bagus. Sisanya pada manusia yang lain, mengkonsumsi makanan yang dimasak/diproses akan berujung pada percepatan yang cepat atau lambat akan rusaknya sel-sel dan tisue yang akhirnya memicu penuaan dini dan munculnya penyakit-penyakit turunan lainnya. Diet Raw Food tidak akan membuat tubuh anda mengalami hal-hal diatas dan juga tidak akan membuat anda gemuk, sebaliknya diet Raw Food akan membantu badan anda untuk mencapai berat ideal.

Makanan yang dimasak/diproses adalah penyebab hilangnya 70-80% vitamin juga menjadi penyebab hilangnya 50% protein dan 100% enzim. Diet pada manusia yang mengakibatkan kekurangan enzim akan mengakibatkan berkurangnya berat dan ukuran otak, membesarnya pangkreas dan membuang banyak enzim metabolisme termasuk munculnya efek turunan negatif lainnya.

Ketika makanan kita masak, jenis-jenis lemak yang penting menjadi berubah menghasilkan radikal-radikan bebas. Lemak Trans akan memblokir proses respirasi sel dan menjadi penyebab rusaknya sel dan munculnya berbagai penyakit.

Pada penemuan terbaru, diungkapkan hal mengenai makanan starchy seperti keripik, produk dari jagung, kentang dan roti yang ternyata memproduksi zat kimia carcinogenic yang tinggi (acrylamide) yang sudah dikenal menjadi penyebab kanker pada hewan percobaan di laboratorium. Jadi semakin tinggi proses pemanasan pada makanan, semakin banyak acrylamid yang terbentuk.

Saat ini sudah dibuktikan bahwa manusia sebenarnya tidak membutuhkan konsumsi produk hewani termasuk susu atau telurnya. Juga sudah dibuktikan bahwa produk hewani bisa mengakibatkan kesehatan yang buruk (jika dikonsumsi secara berlebihan atau dimasak secara khusus). Diet manusia yang didasarkan pada keanekaragaman jenis tanaman tanpa dimasak/diproses akan memberikan dan mencukupi semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Tambahan Juni 2013: Anda butuh untuk membaca detail tentang apa itu diet raw food (rekomendasi untuk membaca buku Raw Food), Anda bisa tidak mengkonsumsi makanan hewani sama sekali, tetapi khusus vitamin B12, pada umumnya tidak dihasilkan oleh tanaman, sehingga manusia membutuhkan sumber lainnya, seperti vitamin B12 berupa suplemen tambahan.

Dengan mengkonsumsi Raw Food (makanan mentah) dan makanan yang bebas dari bahan kimia, akan mendorong tercapainya kesehatan yang maksimal. Hal ini dikarenakan kadar antioxidan akan meningkat, kadar vitamin dan nutrisi yang ada juga akan menolong tubuh untuk menghilangkan radikal bebas termasuk memperbaiki segala kerusakan yang disebabkan oleh makanan yang dimasak. Diet Raw Food juga akan mengurangi beban tubuh terhadap zat-zat kimia yang menyebabkan radikal bebas.

Tetapi nutrisi yang cukup bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kesehatan, faktor -faktor lainnya seperti gaya hidup, lingkunga dan pikiran juga berperan penting dalam perjalanan menuju tercapainya kesehatan yang optimal.

PS: Tulisan ini hanya sebagai media infomasi bukan menggantikan saran praktisi kesehatan pribadi Anda. Tetaplah berpikiran terbuka untuk menerima hasil-hasil penelitian terbaru tentang nutrisi pada makanan Raw, Vegan dan Vegetarian🙂

Have a nice weekend..

Deasi