Search

GREEN MOMMY SHOP

Nggak butuh waktu or dukungan orang lain untuk berubah, You just need to Decide. Sustainability Starts From You!

Get My Thoughts and Successful Jump Start To Be More Sustainable !

Featured post

Microbiome Kulit

Hai..hai…

Kemarin di kelas Cantik dari Dapur di acara Pasar Sehat by Komunitas Ngalam Sehat, aku sharing tentang Microbiome Kulit dan kaitannya dengan banyak masalah kulit orang modern, dan gimana solusinya untuk kita bisa cantik secara alami dari dapur saja dengan memahami tentang microbiome kulit.

Nah saya kasih ringkasannya ya.. (kelasnya 3 jam sendiri, nggak muat kalo harus transfer dinamika kelas ke tulisan) Maybe next time, kalian ikutan di kelas cantik alamiku?

Kulit kita adalah cerminan kebahagiaan apalagi untuk wanita

Kulit sangat fundamental keberadaannya. Kulit merupakan organ terbesar dari tubuh kita, yang memisahkan kita dari dunia luar (bayangin klo nggak ada kulit, pas ujan, jantung dan paru-paru kita bisa banjir air tuh ya.. @_@)

Kulit kita adalah benteng pertahanan terdepan dari segala penyakit yang datangnya dari luar. Tetapi kulit kita juga memiliki dunianya sendiri, yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.

Kenapa sih kita ngomongin tentang kesehatan kulit yang kaitannya erat dengan kecantikan kulit, toh pada akhirnya kita semua akan menua.

getting old.png

Persepsi kecantikan kulit modern saat ini sudah sangat menyimpang dari kecantikan alami yang selaras dengan kesehatan kita dan selaras dengan alam. Yang ada, kecantikan malah hanya berfokus pada tampilan luar saja, dan kulit itu kaitannya hanya dengan kencantikan, sedangkan essensenya, kulit itu adalah refleksi kesehatan kita dan kesehatan yang terpancar adalah kecantikan kita.

china skin.jpg

Ada banyak produk kecantikan diluaran sana, dan produk kecantikan adalah bisnis yang sangat besar yang jauh dari tujuan cantik untuk sehat. Atau sehat untuk cantik.

Jawaban kulit sehat itu ada pada kesederhanaan dan kesehatan yang selaras dengan alam dan memahami akan microbiome kulit kita.

Kebanyakan dari masalah kulit adalah manifestasi dari ketidakseimbangan microbiome pada tubuh kita, utamanya microbiome kulit dan pencernaan (mereka punya benang merah yang bisa dibilang sama). Biota kulit dan pencernaan itu ada dan mereka hanya beda spesies saja.

biome in our body jokes.jpg

Perawatan kulit modern  yang mengandung bahan kimia sintetis terutama yang berbahaya, sangat-sangat tidak baik bahkan menghancurkan microbiome kulit yaitu bakteri yang hidup di pencernaan dan pada kulit kita, yang fungsinya sangat penting untuk kesehatan dan kecantikan kulit kita pastinya. Ketika kita memahami tentang microbiome kulit, dan manfaat tanaman untuk kesehatan dan kecantikan, kita akan bisa melihat, memahami dan berpikir kalau kita pasti gila kalau menggunakan produk sintetis apalagi yang berbahaya.

Kita mulai dari awal cerita tentang kulit sehat ya..

Sebelum kita lahir, kita semua dalam kondisi steril (analoginya), kita nggak punya microba. Dan mulai kita lahir hingga dalam waktu beberapa tahun setelahnya, tubuh kita dipenuhi oleh ribuan spesies microba, dan mereka tinggal di setiap milimeter dari kulit kita.

baby microbiome in mom womb.jpg

Ketika kita lahir, kita dilahirkan juga dengan asisten kecantikan alami kita, yaitu microbiome kulit, pemberian microbiome pertama dalam hidup ini adalah dari ibu kita. Bayi ketika dilahirkan secara normal, diselimuti oleh lapisan film microbiome ketika bayi melewati birth canal/jalan lahir. Microbiota yang nempel ini salah satunya adalah campuran bakteri yang fungsinya membantu bayi untuk bisa mencerna makanan pertamanya yaitu ASI. Dan bayi-bayi yang lahir secara cesar, memiliki koloni bakteri yang berbeda spesies. Microbiota yang berbeda-beda spesiesnya tergantung cara lahir, dimana lahirnya, dan bagaimana bayi itu berinteraksi diawal kehidupannya. Perbedaan-perbedaan ini berkemungkinan memberikan dampak kesehatan jangka panjang untuk bayi-bayi tersebut (coba sekarang berrefleksi, gimana kita atau anak kita lahirnya, klo misal nggak maksimal keseimbangan microbiotanya sekarang, baca tulisan ini sampai habis yaa..)

breastfeed induce microbiome.jpg

Dan ketika kita lahir melewati birth canal, kita mendapatkan sekresi vagina yang penuh dengan flora prebiotik dan bungkusan putih yang menyelimuti kita adalah rumahnya microbiome genome. Dan sekarang, apa yang terjadi ketika kita dilahirkan di rumah sakit? Bayi langsung dibersihkan dari lapisan putih tersebut, dan malah bayi terkolonisasi oleh bakteri dari rumah sakit daripada bakteri bermanfaat dari ibunya. Ini adalah salah satu penyebab masalah kulit seperti infeksi, dll.

Apalagi bayi-bayi yang lahirnya lewat operasi, karenanya, sekarang di beberapa rumah sakit di luar negeri, mereka mengusapkan bayi yang lahir cesar dengan cairan vagina si ibu, untuk inokulasi biota bermanfaat untuk kesehatan si bayi. Dan kemudian si bayi mendapatkan ASI dari ibunya, juga mendapatkan bakteri menguntungkan, sebagai starter prebiotik untuk kehidupannya kelak nanti. Starter yang keluar dari ASI si ibu, mengaktifkan kurang lebih 200 prebiotic oligosacaride. Inilah awal lahirnya asisten kecantikan kulit kita.

Dan apa yang kita orang modern lakukan, bayi-bayi kita begitu lahir, kita bersihkan dengan shampo dan sabun sintetis, kita beri parfum alcohol sintetis, dan lotion sintetis agar kulitnya tidak kering. Kita beri dia bahan kimia sintetis untuk menutupi kulit murninya. Kesemuanya ini menggangu keseimbangan microbiota pada kulit bayi.

inoculation of microbiome in baby.jpg

Dan untuk kitanya, kita menggunakan berbagai produk pembersih, scrubbing, hingga kosmetik sintetis yang menggangu flora pada kulit kita dan menghilangkan bakteri pelindung yang hidup pada kulit kita termasuk sumber makanan bakteri tersebut yaitu sebum dan sel kulit mati termasuk lipid, dengan kata lain, kita ingin kulit kita yang cantik dan kenyal ini jadi hilang aja.. alias dibuang. Keadaan ini menggangu keseimbangan kulit, dan membuat kita rentan kena keriput dini, hingga jerawat.

Idealnya, kita ingin sahabat bakteri-bakteri itu jadi dokter kecantikan kita. Microba fungsinya menstimulasi sekresi pada kulit, untuk membersihkan pori-pori dan membuat kulit kenyal. Jadi kita seharusnya bersahabat dengan bakteri kalau ingin cantik. Komedo juga dimulai dari colon yang tidak sehat. Dan jerawat dimulai salah satunya dari oksidasi terutama makanan dan produk perawatan yang tidak sehat. Kita jadi lupa kalau kulit kita itu hidup dan bernapas juga.

Kita kudu memahami, kenapa ada ketidakpuasan dengan kondisi kulit kita, yang ujungnya adalah karena iklan, karena majalah kecantikan. Nggak ada wanita di dunia ini yang bisa jadi seperti model di majalah (termasuk si model itu sendiri juga kulitnya nggak bisa semulus fotonya).

skin body microbiome.jpg

Jadi kalau kalian bertanya-tanya kenapa skincare konvensional sangat brutal ke microbiome kulit, Nah ini bahasan panjang lain lagi.

Kita pada tahu kan dengan website/organisasi nirlaba EWG “Environmental Working Group”, situs ini sangat membantu untuk mengetahui bahan kimia sintetis, termasuk alami  tentang keamanannya pada produk dan dampak kesehatan juga ke lingkungan. Tapi kalau kita memahami microbiome kulit, cerita tentang kulit sehat itu jadi lebih serius lagi, dan lebih parah pada kenyataannya.

ewg.jpg

Produk diluaran sana, sejatinya/dasarnya cuma terbuat dari 4 komponen yaitu: pengawet, humectant & emollients (pelembab analoginya), pembusa dan pengemulsi. Dari ke 4 bahan ini, bisa dibuat cream wajah, pembersih hingga shampo. Jangan salah artikan bahwa ke 4 bahan dasar itu ya hanya yang aku sebutkan ya, karena ada ribuan bahan yang masuk dalam ke 4 kategori ini (we can’t talk about it over blog, but come over to GMS workshop if you want to know more ;-))

Pengawet biasanya memakai: paraben, isoprophyl alcohol yang efek sampingnya mulai dari mengiritasi kulit, meninggikan pH, membuat kulit kering, menggangu endoctrine, mutasi sel.

Pengemulsi: contohnya proplyne glycol, polysorbate, membunuh microba, merusak lapisan acid mantle dan menempel pada kulit berhari-hari setelahnya meski sudah dibersihkan. Pengemulsi, menghilangkan dan menggangu stratum cornerum yang merupakan lapisan teratas dari kulit kita, yang menjaga kulit dari terkena hiperpigmentasi, noda matahari hingga jerawat.

Ada penelitian yang dilakukan (saya lupa nama teknologinya), seperti infra merah, mereka memetakan microbiota kulit, dan yang terjadi, mereka meminta para responden untuk tidak mandi selama 3 hari, dan mereka dapati bahwa produk2 sintetis yang mereka gunakan sebelumnya masih menempel pada kulit, mulai dari shampo, sunblock, dan segala bahan kimia sintetis, masih ada tertinggal pada kulit.

Pelembab, biasanya terbuat dari petroleum, polymers, silicone, kedelai, menghambat kulit untuk bisa bernapas, infeksi jamur, menyebabkan inflamasi, membuat sel menjadi kaku.

Pembusa, diantaranya sulfates, cocomide dea, sls, mereka-mereka ini yang partikelnya kecil akan tetap ada di kulit hingga berhari-hari setelahnya meski sudah dibilas. Selain itu juga pembusa menghilangkan lapisan lipid barrier, menggangu fungsi acid mantle dan membuat produksi sebum tidak seimbang, kulit kering dan kulit menjadi mudah tertembus substance lainnya/permeable, bayangkan penyakit/kondisi usus bolong/leaky gut syndrome.

Masalah lainnya dari paparan bahan kimia sintetis ke kulit kita belum selesai disitu…, kita pun yang di kota rata rata-mandinya dengan air PDAM yang juga menggangu microbiome kita.

clean water

Jika kalian mandinya pakai air PDAM, pastikan menggunakan shower head untuk menghilangkan clorine, dan bahan kimia sintetis dan impurities lainnya dari air, atau gunakan water filter di keran kalian, atau khusus wajah deh, nyucinya jangan sekali-kali pake air PDAM. I really emphasize, I’m not pin point who do wrong, etc. But do realize things can go wrong because the way we live our life. Tap water might be legal but not necesarrily HEALTHY!

Setelah kena masalah kulit dan kita biasanya ke dokter kulit, atau beli obat di apotik, kita dapat antibiotik topical, yang punya efek samping eksim, gigi kuning, infeksi, dll. Retinoid bisa menyebabkan cacat janin, salisylic acid yang umum digunakan untuk obat jerawat menyebabkan hiperpigmentasi, hydoquinine yang sebenarnya adalah pengobatan efektifk untuk hiperpigmentasi justru pada penggunaan jangka panjang menyebabkan kerusakan melanin. Kalau masalah kulitmu tidak bisa selesai dari dapur atau perawatan sederhana, I can’t emphasize you enough, cari dokter kulit yang bersinergi dengan alam dan kesehatan secara alami ya… :-*

saliysilic acid.jpghydroquinone.jpg

Kuncinya untuk semua masalah diatas adalah mengembalikan keseimbangan bakteri baik pada kulit dan pencernaan kita (lets talk about caring for our body microbiome, nyebur aja skalian yaahh!), dan beralih ke produk alami yang sebenar-benarnya yang bisa bekerja secara harmonis dengan tubuh kita.

Ada banyak cara dan kekayaan botani untuk merawat kulit kita secara alami, yang bersinergi dengan kulit kita dan alam,  dan kita nggak butuh cream atau pembersih jutaan rupiah yang bikin jebol kantong hanya untuk mendapatkan kulit yang cantik.

plant intelegence2.jpg

Nah gimana sih agar microbiome kulit kita bisa sehat lagi, kulit bisa cantik dari dapur atau secara alami saja dari pengalaman pribadiku dan pengalaman selama ini dengan menjadi sahabat dan penasehat kulit sehat ribuan teman lainnya??  termasuk kenapa sih Rainforest nggak make eksotis oil, (ada rahasiaku lhoo disana..)

Tunggu lanjutan tulisan saya minggu ini di newsletter GMS atau silahkan download filenya di GMN member area inshaAllah :-*

 

Understanding and talking about skin microbiome for you…

Mom Deasi

Bersih itu kesat? Pikir lagi deh ;-)

Apa kamu tahu?

Kulit yang sehat adalah rumahnya flora yang bersahabat yang punya peran penting untuk sistem kekebalan tubuh kita (termasuk untuk sehat dan cantiknya kulit!), dan mereka nih bisa hidup pada bagian atas dari lapisan lipid yang sehat (tidak terganggu fungsinya) pada kulit kita!

rubah arti bersihmu.jpg

Kalau ditanyain ke rata-rata orang modern, gimana sih kulit yang bersih itu? pasti bilangnya kesat, tidak berminyak @_@. Benar nggak sih bersih itu seperti itu adanya? Memang seperti ini kenyataannya, biasanya orang berpikir kalau kulit bersih itu ya setelah dibersihkan kudu kesat. Kebanyakan kulit kesat itu setelahnya kulit terasa kering dan kencang (ketarik nggak nyaman). Tau nggak kalian, kalau setelah kulit dibersihkan, rasanya seperti itu, sudah bisa dipastikan kalau pas ngebersihin kulit, lapisan hydro lipid barrier dan acid mantle kulit kalian terganggu alias kalian cuci/hilangkan juga lapisan itu (meski nggak benar-benar hilang, kayak gone, gone, gone gitu sih!). Banyak dari masalah kulit juga berawal dari kulit yang terganggu keseimbangannya dengan pemakaian produk yang tidak selaras dengan alam (think of each cell in our body, can talk and align with the elements of nature “Sun, Water, Plants & Minerals and it doesn’t do so with synthetic chemical do as the negatif effect apalagi yang berbahaya but let’s not be dumb ya.. soalnya plants substance juga ada yang toxic, and you also can’t just drink rocks to replace your calcium supplement for strong bones, but you will have batu ginjal instead @_@ so you got my point rite😉 ).

Rata-rata ritual perawatan kulit modern, secara agresif akan membuat kulit kita sangat terganggu keseimbangannya, apalagi kalau kita memakai pembersih kulit yang keras, seperti yang mengandung detergen, alkohol, antiseptik, benzoyl peroxide, proplyene glycol, toner dari alkohol dan banyak lainnya. Semua bahan yang saya sebutkan diatas, sangat-sangat menggangu fungsi hydro lipid barrier kita, termasuk bikin kulit kita yang punya fungsi memproduksi minyak alami kulit dan bernapas pun susah jadinya (ingat, minyak alami kulit itu diciptakan Allah karena ada fungsinya, jadi kenapa juga kalian keringkan tambang minyak alami kalian yang sama artinya dengan menggangu keseimbangan fungsi kulit yang sama artinya more problem skin). Semakin sering kita nyabuni kulit nih, semakin hilang minyak alami kulit kita, dan teman-teman kecil para micro organisme yang rumahnya di kulit kita jadi kita gusur (nah mereka mau pindah tinggal dimana?, malah adanya kita dibikin kapok sama mereka, kata mereka gini “you’ll see!, you’ll feel sorry after I leave! and you will pay the cost for throwing me out of my house!” @_@ wek! 

Nggak itu aja efek negatifnya, kulit kita jadi lebih kasar, sensitif, lebih mudah untuk muncul kerutan dini termasuk inflamasi juga lho.. kalau kulit bisa suruh kita ngaca ke dalamnya untuk melihat apa yang terjadi di dalam lapisan kulit dan tubuh kita karena apa yang kita pakaikan ke atasnya, mereka pasti nyalahin kita “tuh kan.. dikau yang bikin aku gini… gimana aku mo sehat dan cantik!”

Lapisan acid mantle kulit kita dengan pintarnya menjaga secara otomatis pH kulit kita di sekitaran angka 5.4 – 5.9, (kecuali bagian tubuh lainnya yang lebih lembab, biasanya cenderung lebih basa pHnya). Nah, ketika kulit kita ganggu dengan penggunaan pembersih kulit, penggunaan bahan kimia apalagi pada wajah untuk macam-macam biar cantik dan putih (it’s such a rave in Asia! which is ridiculous, I can’t imagine how can a human skin become poreless and white with no blemish like a doll!, that is not humane!). Sudah ada penelitian yang membuat percobaan pembersih wajah, dimana penggunaan secara terus menerus atas pembersih wajah, mengiritasi lapisan acid mantle, merubah komposisi bakteri dan flora pada kulit termasuk merubah aktifitas enzim. Termasuk juga meningkatkan pH alami kulit, yang bisa membuat kulit jadi rentan terkena jamur, ragi, termasuk bakteri penyebab jerawat.

Kulit kering itu bukan kondisi yang normal adanya, kulit berjerawat juga nggak normal. Termasuk kulit yang terdehidrasi, atau kusam dan terlalu berminyak, ini tanda-tanda ketidakseimbangan fungsi kulit kalian. Coba kalian kurangi pemakaian sabunnya dulu, terutama hilangkan bahan kimia sintetis berbahaya pada kosmetik kalian, terutama di bagian yang sensitif. Dan pastikan air yang kalian gunakan untuk membersihkan tubuh bukan air PDAM ya.. atau pakai filter air. Atau coba cara keluarga kami memakai sabun.

1. Mandinya jarang-jarang (sehari paling maksimal 1 kali mandi dengan catatan tidak harus pakai sabun, atau pakai sabunnya cuma di bagian lipatan tubuh saja).

2. Mandi pakai sabun menyeluruhnya 1 minggu sekali

3. Bagaimana untuk wajah? like always, I do NOT soap my face (well, I did once in a blue moon when I feel like I want to):-) Saya bersihin wajah sehari-harinya dengan jus tanaman, aloevera, air beras klo pas ada, and of course with face oil Rainforest😉, I like to use Raifforest mildest cleanser seperti milky mud, dan untuk kalian, I don’t tell you what you should do, tapi ada baiknya jika kulit kalian sedang bermasalah, forget about soaping your face for couple of days. If you want to disinfectant your skin, especially those who has acne, you can do it with mild soap but must with warm water, massage the face with soap then rinse again with warm water, then rinse with cold water. For those who has dry skin, and problem skin other than acne, please try not to wash your face with soap.

Sampai lapisan stratum corneum kalian sehat lagi, berfungsi secara alami dan normal lagi, till then your skin will still show up some discomfort. 

Hey, look at the bright side! you save more money, you save more bottles from being wasted in landfill, and you save the environment, and you will no longer say that Organic and natural is expensive rite😉

Mom Deasi

Sumber:
De , Borges LF, Silva BL, Gontijo Filho PP (2007). “Hand washing: changes in the skin flora”. Am J Infect Control 35 (6): 417–20. 
Schauber J, Gallo RL (2008). “Antimicrobial peptides and the skin immune defense system”. J Allergy Clin Immunol 122 (2): 261–6.
Alekseyenko, AV; Perez-Perez, GI; De Souza, A; Strober, B; Gao, Z; Bihan, M; Li, K; Methé, BA; Blaser, MJ (2013). “Community differentiation of the cutaneous microbiota in psoriasis”. Microbiome 1 (1): 31.
Baker BS (2006). “The role of microorganisms in atopic dermatitis”. Clin Exp Immunol 144 (1): 1–9.

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 830 other followers

%d bloggers like this: